Zygomycotina
Posted in: Pendidikan

Zygomycotina

Zygomycotina

Zygomycotina

Ciri jamur dari kelompok ini adalah

hifanya tidak memiliki sekat (septa) sehingga disebut hifa senositik. Kelompok jamur ini diberi nama Zygomycotina karena selama masa reproduksi seksual membentuk spora seksual khusus, yang disebut zigospora. Contoh jamur yang termasuk divisi Zygomycota adalah Rhizopus oligosporus, yaitu jamur yang digunakkan membuat tempe. Jika Anda mengamati jamur R.Oligorpus dengan menggunakkan mikroskop, anda dapat melihat struktur tubuhnya dengan jelas. Lihat gambar 4.13.
Hifa adalah benang-benang penyusun tubuh jamur. Sebagai anggota Zygomycota, Rhizopus oligosporus dapat berkembangbiak secara aseksual atau secara seksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan cara membentuk spora didalam sporangium yang terletak diujung-diujung hifa. Sporangium ditunjang oleh sporangiofor.
Kerajaan : Fungi
Divisi : Zygomycota
Kelas : Zygomycetes
Ordo : Mucorales
Famili : Mucoraceae
Genus : Rhizopus
Spesies : R. oligosporus
Sporangium stonifer yang telah tua dan matang biasanya berwarna hitam. Jika telah matang, sporangium akan akan pecah dan menghasilkan banyak spora. Selanjutnya,spora-spora akan keluar dan menyebar dengan bantuan angin. Jika spora itu jatuh pada tempat yang cocok,ia akan tumbuh membentuk hifa baru. Jamur Zygomycotina disebut juga “Jamur kojungsi” dinamakan demikian karena perkembangbiakan secara seksual jamur ini dilakukan dengan cara kojungsi.
Proses kojungasi terjadi diujung-ujung hifa yang berlainan jenis yaitu hifa (+) atau “hifa jantan” atau hifa (-)atau hifa betina” Hifa-hifa tersebut bersifat haploid (n). Kedua hifa tersebut akan mengalami pembengkakan pemanjangan pada ujungnya. Hifa yang membengkak disebut gametangium (jamak; gametangia), yaitu stuktur atau organ pembentuk gamet. Selanjutnya, kedua gametangium bersatu dan membentuk zigospora yang yang bersifat diploid (2n). Zigospora adalah spora berdinding tebal dan sedang fase istirahat. Karena berdinding tebal, Zigospora tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk. Zigospora dapat dorman selama beberapa bulan dan akan berkcambah serta tumbuh menjadi hifa-hifa baru jika kondisi lingkungan membaik. Pada saat pertumbuhan hifa, terjadi peristiwa meiosis sehingga hifa bersifat haploid. Selanjutnya ,hifa-hifa tersebut membentuk sporangifor. Diujung sporangiofor terdapat sporangium yang berisi spora. Setelah dihasilkan spora ,akan terjadi proses reproduksi Aseksual. Dari penjelasan diatas, diketahui bahwa pada siklus hidup R. stolonifer, fase haploid lebih panjang daripada fase diploid.
Anggota Zygomycotina umumnya hidup sebagai saprofit, baik ditanah ataupun disisa-sisa oganisme, misalnya di kayu lapuk. Beberapa jenis Zygomycotina merupakan perasit pada tumbuhan dan serangga. Selain R. oligosporus, contoh lain dari Zygomycota adalah R.oryzae dan mucor. Jamur R.oryzae digunakan dalam fermentasi sake, yaitu minuman khas jepang, sedangkan mucor adalah jamur yang sering tumbuh pada roti. Beberapa jenis mucor merupakan jamur pathogen.
Adapun untuk ciri-ciri umumnya sebagai berikut:
a. Tubuh multiseluler.
b. Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
c. Hifa tidak bersekat.
d. Reproduksi:
1. Vegetatif : dengan spora.
2. Generatif : dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru. Contoh spesies: Mucor mucedo biasa hidup di kotoran ternak dan roti dan Rhizopus oligosporus atau jamur tempe.