Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato
Posted in: Agama

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato
Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Sebelum menyusun naskah pidato, yang harus diperhatikan ialah bahan pidato yang akan dibahas. Memilih bahan yang tepat dimaksudkan untuk menyesuaikan materi dengan situasi dan kondisi saat pidato berlangsung.[8]menulis naskah pidato harus melalui tiga kegiatan yaitu, mengumpulkan bahan, membuat kerangka, dan menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

a.Mengumpulkan Bahan

bahan-bahan menulis pidato dapat diperoleh dari Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat digunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato.

b.Membuat Kerangka Pidato

Kerangka dasar dapat dibuat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat dibuat setelah bahan-bahan selesai kumpulkan. Dengan bahan-bahan itu dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urut yang baik. Contoh Kerangka Pidato.Inti dari kerangka pidato adalah: (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup
1) Pendahuluan: bagian pendahuluan memuat salam pembuka, ucapan terima kasih (bila ada yang diberi ucapan), dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato;
2) Isi: bagian ini memuat uraian pokok yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-subtopik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utama;
3) Penutup: bagian penutup memuat kesimpulan, harapan (bila ada), dan salam penutup.

c.Menguraikan isi pidato

Dengan menggunakan kerangka yang telah dibuat, ada dua hal yang harus dilakukan: (1) dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu berpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan (2) menulis atau meyusun naskah pidato secara lengkap yang dibacakan atau dihafalkan.

Baca Juga: Mukadimah

d. Struktur Isi Pidato

Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, antara lain: (1) mengikuti alur dasar pidato, dan (2) mengikuti pola organisasi pidato.
Alur dasar pidato, yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap: (a) tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; (b) tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. (c) tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato.

e. Menyunting Naskah Pidato

Seperti halnya naskah makalah atau artikel, naskah pidato pun perlu disunting. Baik isi, bahasa, maupun penalarannya. Isi naskah perlu dicermati kembali naskah itu telah sesuai tidaknya dengan tujuan pidato, calon pendengar, dan kegiatan yang digelar. Selain itu isinya juga harus dipastikan apakah benar, representatif, dan mengandung informasi yang relevan dengan konteks pidato.

f. Menyempurnakan Naskah Pidato

Setelah disunting, baik oleh penulis sendiri maupun orang lain, perlu dilakukan tindak lanjut berupa penyempurnaan naskah. Penyempurnaan itu diarahkan pada aspek isi, bahasa, dan penalarannya sebagaimana yang telah disunting di atas. Penyempurnaan aspek bahasa dilakukan dengan mengganti kosakata yang lebih tepat dan menyempurnakan kalimat dengan memperbaiki struktur dan gagasannya. Sementara itu, penyempurnaan paragraf dilakukan dengan memperbaiki koherensi dan kohesi paragraf. Untuk itu penambahan kalimat, penyempurnaan kalimat, dan penghilangan kalimat perlu dilakukan.