PUTIK (PISTILLUM)
Posted in: Pendidikan

PUTIK (PISTILLUM)

PUTIK (PISTILLUM)

PUTIK (PISTILLUM)
PUTIK (PISTILLUM)

Putik (Pistillum

Putik merupakan bagian bunga yang paling dalam, putik merupakan alat kelamin betina pada bunga, putik tersusun atas daun-daun telah mengalami metamorfosis, daun penyusun putik disebut daun buah (carpellum), daun penyusun buah secara keseluruhan dinamakan Gynaceum. Putik berupakan bagian yang mengandung sel telur, bagian tersebut dinamakan bakal biji (ovulum), bagian putik yang di dalamnya terdapat bakal biji tadi dinamakan bakal buah (ovarium), akan berubah menjadi buah (fructus).

Menurut banyaknya daun buah yang menyusun sebuh putik, putik dapat dibedakan menjadi :
Putik tunggal (simplex), jika putik hanya tersusun atas sehelai daun buah saja, misalnya pada kacang-kacangan (Legumminosae).

Putik majemuk (compositus), jika putik terjadi dari dua daun buah atau lebih, misalnya pada kapas (Gossypium sp.).
Adapun bagian-bagian putik dapat dibedakan menjadi :
Bakal buah (ovarium), bagian putik yang lazimnya kelihatan membesar dan duduk pada dasar bunga.
Tangkai kepala putik (stylus), bagian dari putik yang sempit dan terdapat di atas bakal buah, biasanya bentuknya benang.
Kepala putik (stigma), bagian putik yang paling atas, terletak pada bagian ujung tangkai kepala putik.
(Bagian-bagian putik)

Bakal buah (Ovarium)

Adalah bagian putik yang membesar, terletak pada bagian tengah bunga, di dalamnya terdapat calon biji dan bakal biji (ovulum), bagian yang mendukung bakal biji, disebut dengan tembuni (Placenta).

Menurut letaknya terhadap dasar bunga, bakal buah dapat dibagi menjadi :
Bakal buah menumpang (superus) jika bakal buah duduk di atas dasar bunga, sehingga bakal buah lebih tinggi, atau bahkan lebih rendah dari pada tepi dasar bunga, kita dapat menjumpai dasar bunga seperti ini pada bunga yang berdasar cembug, rata atau cekung dangkal seperti caawan.

Bakal buah setengah tenggelam (hemi inferus), jika bakal buah duduk pada dasar bunga yang cekung, tempat duduk bakal buah selalu lebih rendanh dari pada tepi dasar bunga, dapat dijumpai pada bunga berdasar mangkuk atau piala.
Bakal buah tenggelam (inferus), jika seluruh bagian samping bakal buah berlekatan dengan dasar bunga yang berbentuk mangkuk atau piala.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/bagian-bagian-bunga/

(Duduknya bakal buah)

Jika bakal buah terdiri atas beberapa daun buah yang berlekatan satu sama lain, maka bakal buahnya dinamakan Senokarp (pistillum coenocarpum). Jika perlekatan daun-daun buah itu hanya merupakan satu putik dengan satu ruang saja disebut parakarp (pistillum pericarpum), jika dari perlekatan daun-daun buah terbentuk putik dengan jum;ah ruang yang sesuai dengan jumlah daun buahnya, maka dinamakan sinkarp (pistillum syncarpum).

Berdasrkan jumlah ruang yang terdapat dalam bakal buah, bakal buah dapat dibedakan menjadi :
a. Bakal buah beruang satu (unilocularis); bakal buah yang beruang satu dapat tersusun atas satu daun buah saja, misalnya pada bunga tumbuhan berbuah polong, dapat juga tersusun atas lebih dari satu daun buah, misalnya pada bunga pepaya (Carica papaya L.).
b. Bakal buah beruang dua (bilocularis), bakal buah ini tersusun atas dua daun buah, misalnya pada kubis dan tanaman sejenisnya.
c. Bakal buah beruang tiga (trilocularis), bakal buah ini terjadi dari tiga daun buah yang tepinya melipat ke dalam dan berlekatan, misalnya pada tanaman dari suku getah getahan (Euphorbiaceae).
d. Bakal buah beruang banyak (multilocularis), bakal buah tersusun atas banyak daun buah yang berlekatan dan membentuk banyak sekat, misalnya pada durian (Durio zibethinus Murr.).

Sekat yang membagi bakal buah menjadi beberapa ruang dapat dibedakan dalam:

a. Sekat yang sempurna (septum completus), jika sekat ini benar-benar membagi bakal buah menjadi lebih dari pada satu ruang dan ruang-ruang yang terjadi tidak lagi mempunyai hubungan satu sama lain :

Berdasarkan asalnya sekat, sekat yang sempurna dibedakan menjadi :

1. Sekat asli (septum), jika sekat ini berasal dari sebagian daun buah yang melipat kedalam yang lalu berubah menjadi sekat, misalnya pada durian (Durio zibethinus Murr.)
2. Sekat semu (septum spurius), jika sekat tadi bukan merupakan bagian daun buah, tetapi terdiri atas suatu jaringan yang terbentuk oleh dinding bakal buah. Misalnya pada bunga kecubung (Datura metel L.).
b. Sekat yang tidak sempurna (septum incompletus), yaitu sekat yang membagi bakal buah menjadi beberpa ruang, tetapi ruang tersebut masih ada hubungannya satu sama lain.