Posted in: Pendidikan

Penilaian Acuan Norma

Penilaian Acuan Norma

Arifin (2009) mendefinisikan penilaian acuan norma (PAN) merupakan pendekatan penilaian yang menentukan berhasil-tidaknya siswa berdasarkan norma kelompok Arifin (2010) menyatakan bahwa Pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa yang satu dengan hasil belajar siswa lainnya dalam satu kelas.

Djaali dan Muljono (2008) mendefinisikan penilaian acuan norma sebagai pemberian nilai dengan menggunakan kelompok sebagai criteria. Nilai siswa ditentukan oleh posisinya dalam suatu kelompok. Misalnya siswa yang mendapatkan nilai 65 dapat diberi nilai 9 dalam penilaian acuan kelompok, tetapi dapat pula terjadi siswa yang mendapat skor 65 tidak berhasil lulus karena siswa-siswa lain dalam kelompoknya memperoleh nilai yang jauh lebih tinggi daripada 65.

Harun (2004) menyatakan bahwa PAN pada dasarnya mempergunakan kurva normal dan hasil-hasil perhitungannya sebagai dasar penilaiannya. Kurva ini dibentuk dengan mengikutsertakan semua angka pengukuran hasil belajar yang diperoleh. Patokan yang digunakan dalam membandingkan angka yang diperoleh masing-masing mahasiswa adalah mean dan standar deviasi, patokan bersifat relatif dapat bergeser ke atas atau ke bawah sesual dengan besarnya mean dan standar deviasi yang diperoleh di dalam kurva. Dengan kata lain, patokan itu dapat berubah- ubah dari “kurva normal” yang satu ke “kurva normal” yang lain Jika hasil ujian mahasiswa dalam satu kelompok pada umumnya lebih baik dan menghasilkan angka rata-rata yang lebih tinggi, maka patokan menjadi bergeser ke atas (dinaikkan). Sebaliknya jika hasil ujian kelompok itu pada umumnya merosot, patokannya bergeser kebawah (diturunkan). Dengan demikian, angka yang sama pada dua kurva yang berbeda akan mempunyai arti berbeda. Demikian juga, nilai yang sama dihasilkan melalui bangunan dua kurva yang berbeda akan mempunyai arti berbeda. Demikian juga, nilai yang sama dihasilkan melalui bangunan dua kurva yang berbeda akan mempunyai arti umum yang berbeda pula.

PAN merupakan penentuan nilai siswa dalam suatu proses pembelajaran yang didasarkan pada tingkat penguasaan di kelompok tersebut. Pemberian nilai mengacu pada perolehan skor di kelompok itu. Contoh : Satu kelompok anak didik terdiri dari 9 orang mendapatkan skor (nilai mentah) : 50, 45, 45, 40, 40, 40 35, 35, 30. Dari skor tersebut bahwa perolehan nilai tertinggi 50 dan terendah 30 Dengan demikian nilai tertinggi diberikan kepada skor tertinggi misalnya 10, secara proposional skor diatas dapat diberi nilai 10,9.9.8. Cara lain adalah dengan menghitung presentase jawaban benar.

 

19

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Kegiatan pembelajaran merupakan serangkaian proses yang memiliki tiga komponen, yang pertama rencana pembelajaran, kedua kegiatan belajar mengajar, dan terakhir evaluasi pembelajaran. Proses berupa pengukuran hasil pembelajaran wajib dilakukan untuk mengetahui dan menentukan keberhasilan pembelajaran. Analisis butir soal idealnya dilakukan dengan menghitung validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektifitas pengecoh. Tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Tes yang reliabel apabila tes tersebut memberikan hasil yang ajeg apabila diberikan berkali-kali pada subjek yang sama dan menunjukkan ketetapan.

Tes dikatakan mempunyai daya pembeda yang baik adalah soal yang mampu membedakan antara peserta didik yang berkemampuan tinggi dengan peserta didik yang berkemampuan rendah. Efektifitas pengecoh/distraktor soal yang baik, pengecohnya akan dipilih secara merata oleh peserta didik yang menjawab salah. Berdasarkan permasalahan yang diuraikan, penting untuk dilakukan analisis butir soal untuk mengetahui kualitas perangkat tes, sehingga dapat digunakan sebagai acuan perbaikan soal di masa mendatang.

Monster Warlord v4.1.2 Apk for android