Pendangiran
Posted in: Umum

Pendangiran

Pendangiran

Pendangiran
Pendangiran adalah kegiatan penggemburan tanah disekitar tanaman pokok yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (aerasi tanah) (Daniel et al 1987). pendangiran merupakan suatu bentuk kegiatan yang membutuhkan semacam alat yang akan mengaduk permukaan tanah sampai kedalaman yang sedikit saja dengan cara sedemikian rupa, hingga gulma yang masih kecil bisa dimusnahkan dan pertumbuhan  budidaya  dapat ditingkatkan.

Pendangiran untuk mengendalikan gulma dengan pengadukan tanah dapat dimulai pada lahan siap tanam sebelum penanaman. Setelah penanaman tanah dapat didangir, yang untuk sementara tanaman dilakukan sebelum tanaman – tanaman muncul diatas permukaan tanah. Pendangiran biasanya dimulai segera setelah munculnya semaian tanaman diatas tanah, mengingat bahwa gulma juga muncul pada saat yang bersamaan.

Adapun tujuan dari kegiatan pendangiran ini adalah untuk  memacu pertumbuhan tanaman. Selain itu, tujuan pendangiran adalah untuk menahan lengas (membasmi gulma, melonggarkan mulsa pada permukaan, dan menahan air hujan), mengembangkan bahan makanan tanaman, aerasi tanah yang memungkinkan oksigen masuk kedalam tanah serta meningkatkan kegiatan jasad renik (mikroorganisme).

Pendangiran dilakukan disekitar tanaman pokok dan dilakukan ketika pada saat musim hujan, dimana tanaman masih muda.  Kegiatan pendangiran dilakukan setelah kegiatan penyiangan. Waktu pendangiran dilakukan pada musim kemarau menjelang musim hujan tiba. Pencangkulan disekitar tanaman pokok dengan diameter 50 cm dengan menggemburkan tanah dan berbentuk piringan namun tergantung jarak tanamnya. Meninggikan tanah disekitar tanaman pokok agar air tidak tergenang.

Dalam kegiatan pendangiran tanaman perlu ekstra hati-hati jangan sampai mencederai tanaman apalagi sampai terpotong. Kegiatan pendangiran sebaiknya dilakukan 2 kali dalam setahun yakni awal musim hujan dan awal musim kemarau. Selain itu,  tergantung pada tekstur tanahnya, makin berat teksturnya maka makin sering dilakukan pendangiran. Pendangiran dilakukan pada tanaman berumur 1-4 tahun dan diutamakan pada tanaman yang mengalami stagnasi pertumbuhan atau tempat tumbuhnya bertekstur berat dan lahan tidak melalui pengolahan tanah (Departemen Kehutanan 2009).

Cara pendangiran dilakukan dengan menggunakan cangkul yang merupakan alat pendangir yang digunakan untuk menyiang dan membasmi gulma dan rumput disekitar tanaman muda. Bila mana hujan menyebabkan terbentuknya kerak yang keras diatas tanah dan menghalangi munculnya semai diatas tanah, cangkul  merupakan perkakas yang amat baik untuk menggemburkan kerak tanah. Dihindari cara pencangkulan yang terlalu dalam karena dapat merusak perakaran (Kosasih AS et al. 2002).

2.3. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat tidak dapat kembali ke awal. Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa (Zaifbio, 2010).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu :

  1. Faktor genetik, adalah faktor yang yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan melalui gen atau sifat keturunan. Gen ini mempengaruhi ukuran dan bentuk tubuh tumbuhan. Hal ini disebabkan karena gen berfungsi untuk mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia di dalam sel.
  2. Faktor lingkungan, adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pertumbuhan dan perkembangan dari luar tumbuhan tersebut, seperti keadaan tanah, cahaya matahari dan lain sebagainya.

 

Pos-pos Terbaru