Posted in: Pendidikan

Pelaporan Supervisi Akademik dan Manajerial 

Pelaporan Supervisi Akademik dan Manajerial 

Laporan berarti segala sesuatu yang dilaporkan, dan pelaporan berarti perihal melaporkan. Laporan hasil  supervisi   merupakan media yang digunakan oleh pengawas untuk mengkomunikasikan hasil supervisi manajerial maupun supervisi   akademik kepada pimpinan organisasi, unit-unit kerja, serta pihak lain yang berkepentingan untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Pelaporan hasil supervisi manajerial dan  supervisi   akademik kepada pihak-pihak yang berkepentingan merupakan hal yang penting dan nilai tambah pekerjaan pengawas terletak pada penilaian dan penyajian informasi tersebut. Penerimaan dan perhatian pihak yang berkepentingan terhadap simpulan akhir laporan hasil supervisi, serta tindak lanjut terhadap permasalahan yang dilaporkan merupakan ukuran kesuksesan supervisi manajerial dan supervisi  akademik.

Laporan hasil supervisi menginformasikan hasil penilaian kebenaran, kecermatan, kredibilitas ,  efektivitas, efisiensi, dan keandalan informasi pelaksanaan tugas dan fungsi sekolah. Laporan hasil supervisi menginformasikan apakah kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan  ketentuan,  standar ,  rencana, atau  norma  yang telah ditetapkan. Laporan  juga menginformasikan hasil penilaian kemajuan suatu program/kegiatan.

Dari berbagai pendapt yang telah dikemukakan di atas, kami menyimpulkan bahwa laporan supervisi itu perlu dilaksanakan dengan baik, karena tujuan dilakukannya supervisi adalah untuk membantu guru meningkatkan kompetensi pedagogic dan kemampuan profesionalnya untuk tercapainya kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Menurut Ametembun, (dalam Mulyasa) mengupas tujuan supervisi pendidikan[13]sebagai berikut:

  1. a)membina kepala sekolah dan guru-guru untuk memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan sekolah dalam merealisasikan tujuan tersebut;
  2. b)memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru-guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif;
  3. c) membantu kepala sekolah dan guru-guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan-kesulitan belajar-mengajar serta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan;
  4. d)meningkatkan kesadarankepala sekolah dan guru-guru serta warga sekolah lain terhadap cara kerja yang demokratis dan komprehensif, serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong;
  5. e) memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya;
  6. f)membantu kepala sekolah untuk mempopulerkan pengembangan program pendidikan di sekolah kepada masyarakat;
  7. g) melindungi orang-orang yang disupervisi terhadap tuntutan-tuntutan yang tidak wajar dan kritik-kritik yang tidak sehat dari masyarakat;
  8. h) membantu kepala sekolah dan guru-guru dalam mengevaluasi aktivitasnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik;
  9. i)mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan (kolegialitas) di antara guru.

sumber :