Posted in: Pendidikan

Padi – Padi – Palawija

Padi – Padi – Palawija

Penanaman dengan pola tanam padi-padi-palawija dapat dimulai dengan penanaman padi pertama saat awal musim yaitu awal nopember. Persiapan dimulai bulan oktober sehingga pada awal musim penanaman telah siap. Pada bulan pebruari penanaman padi kedua dapat dilaksanakan sehingga pada waktu defisit air yaitu pada bulan juni hingga oktober dapat digunakan untuk penanaman palawija dan pengolahan tanah.

  1. Padi – Padi – Bero

Untuk memperbaiki keadaan tanah maka disamping dilakukan penanaman dapat juga dilakukan pemberoan. Jika padi ditanam dua kali seperti pola tanam padi-padi-palawija maka waktu penanaman palawija dapat digunakan untuk pemberoan dan pengolahan tanah. Waktu penanaman padi dapat disamakan dengan pola tersebut.

  1. Padi – Palawija – Bero

Menurut rekomendasi Oldeman, pola tanam yang sesuai untuk tipe iklim ini yaitu hanya mungkin satu kali padi atau satu kali palawija setahun tergantung pada adanya persediaan air irigasi. Pola tanam ini sesuai dengan rekomendasi Oldeman maka penanaman padi dapat dilakukan saat terjadi surplus air yaitu pada bulan nopember hingga maret. Dengan waktu lima bulan ini maka pertumbuhan padi dapat dioptimalkan. Sedangkan penanaman palawija ini dapat disesuaikan dengan jenis palawija dengan kebutuhannya terhadapa air. Jika palawija yang ditanam tidak terlalu tahan kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan bulan maret disesuaikan saat surplus air sehingga waktu untuk penanaman padi lebih dimajukan dan sisanya untuk palawija.

Jika palawija yang ditanam tahan terhadap kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan bulan april kemudian dilakukamn pemberoan.  Padi – Padi  Jika penanaman padi akan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun tanpa kegiatan lagi. Maka penanaman padi pertama dilakuka saat surplus air yaitu bulan nopember hingga maret. Sedangkan penanaman padi kedua dapat digunakan padi lahan kering yang ditanam setelah padi kedua. Varietas padi dapat menggunakan varietas berumur panjang karena dalam satu tahun hanya dilakukan dua kali penanaman.

2.5  Pembagian Jenis Tanaman Berdasar Siklus Hidup

  1. Tanaman Annual atau disebut tanaman setahun merupakan jenis tanaman yang menyelesaikan satu kali siklus hidupnya dalam rentang waktu setahuanan (bisa kurang ataupun lebih sedikit). Siklus hidup yang dimaksud adalah dari mulai proses perkecambahan, berbunga dan memproduksi benih, sampai tanaman itu mati. Tanaman annual biasanya herbaceus . contoh tanaman annual adalah penghasil biji- bijian dan polong-polongan. Seperti padi, kacang hijau, jagung, paprika, ubi jalar.
  2. Tanaman biennial merupakan tanaman yang menyelesaikan satu kali siklus hidupnya dalam rentang waktu dua tahunan (biasanya kurang dari dua tahun). Setelah menyelesaikan satu kali siklus hidupnya (yaitu mulai dari tumbuh, anakan, berkembangbiak, dewasa) tanaman jenis ini akan mati. Tanaman Biennial biasanya herbaceus. Contoh tanaman biennial adalah wortel, kol, seledri, rebung, peterseli.
  3. Tanaman perennial atau disebut juga tanaman tahunan merupakan tanaman yang mampu hidup beberapa tahun. Tanaman ini meliputi tanaman berbatang basah (herbaceus) maupun berkayu. Termasuk diantaranya adalah pohon, perdu, dan beberapa rumput-rumputan. Tanaman perennial yang akhirnya mati, kematian tersebut umumnya bukan disebabkan karena usia lanjut, akan tetapi akibat trauma lingkungan tertentu seperti kekeringan yang hebat. Contoh tanaman perennial adalah kaktus, rambutan, bunga mawar.Sumber ;https://belinda-carlisle.com/instagram-stories-tersambung-ke-facebook-stories/