Posted in: Pendidikan

Negara Maritim

Negara Maritim

Dalam upaya mewujudkan cita-cita agar Sriwijaya menjadi kerajaan Maritim, perluasan kerajaan dilakukan untuk menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan Selat Sunda yang merupakan jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat penting. Keberhasilan Sriwijaya berkuasa atas semua selat itu menjadikan Kerajaan Sriwijaya sebagai penguasa tunggal jalur aktivitas perdagangan dunia yang melalui Asia Tenggara.

Armada Sriwijaya yang kuat dapat menjamin keamanan aktivitas pelayaran dan perdagangan. Armada Sriwijaya juga dapat memaksa perahu dagang untuk singgah di pusat atau di bandar-bandar Kerajaan Sriwijaya. Semakin ramainya aktivitas pelayaran dan perdagangan menjadikan Sriwijaya sebagai tempat pertemuan para pedagang atau pusat perdagangan di Asia Tenggara. Pengaruh dan peranan Kerajaan Sriwijaya semakin besar di lautan. Bahkan para pedagang dari Kerajaan Sriwijaya juga melakukan hubungan sampai di luar wilayah Indonesia, sampai ke China di sebelah utara, dan Laut Merah serta Teluk Persia di sebelah barat.

2.6 Kehidupan Politik

Salah satu cara untuk memperluas pengaruh kerajaan adalah melakukan perkawinan dengan kerajaan lain.  Hal ini dilakukan oleh penguasa Sriwijaya, Dapunta Hyang pada tahun 664 M dengan Sobakancana, putri kedua raja Kerajaan Tarumanegara.

Saat kerajaan Funan di Indo-China runtuh, Sriwijaya memperluas daerah kekuasaannya hingga bagian barat Nusantara. Di wilayah utara, melalui kekuatan armada lautnya, Sriwijaya mampu mengusai lalu lintas perdagangan antara India dan Cina, serta menduduki Semenanjung Malaya. Kekuatan armada terbesar Sriwijaya juga melakukan ekspansi wilayah hingga ke Pulau Jawa, Brunei atau Borneo. Hingga pada abad ke-8, Kerajaan Sriwijaya telah mampu menguasai seluruh jalur perdagangan di Asia Tenggara.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/