Posted in: Pendidikan

Muhammadiyah dan ukhuwah islamiah

Muhammadiyah dan ukhuwah islamiah

Sesuai dengan kepribadiannya, Muhammadiyah akan bekerjasama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan Agama Islam serta membela kepentingannya. Dalam melakukan kerjasama tersebut, Muhammadiyah tidak bermaksud menggabungkan dan mensubordinasikan organisasinya dengan organisasi atau institusi lainnya.

  1. Dasar program muhammadiyah

Berdasarkan landasan serta pendirian tersebut diatas dan dengan memperhatikan kemampuan dan potensi Muhammadiyah dan bagiannya, perlu ditetapkan langkah kebijaksanaan sebagai berikut:

  1. Memulihkan kembali Muhammadiyah sebagai Persyarikatan yang menghimpun sebagian anggota masyarakat, terdiri dari muslimin dan muslimat yang beriman teguh, taat beribadah, ber-akhlak mulia, dan menjadi teladan yang baik ditengah-tengah masyarakat.
  2. Meningkatkan pengertian dan kematangan anggota Muhammadiyah tentang hak dan kewajibannya sebagai warganegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kepekaan sosialnya terhadap persoalan-persoalan dan kesulitan hidup masyarakat.
  3. Menepatkan kedudukan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan untuk melaksanakan dakwah amar ma’ruf nahyi munkar kesegenap penjuru dan lapisan masyarakat serta segala bidang kehidupan di Negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  4. Khittah Muhammadiyah Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tahun 2002 (Khittah Denpasar)

Dirumuskan dan ditetapkan pada sidang tanwir muhammadiyah tahun 2002 di Denpasar Bali sehingga sering disebut Khittah Denpasar dan dirumuskan di era kepemimpinan Prof. Dr. H. Ahmad Syafi’i Ma’arif. Khittah ini menegaskan tentang posisi muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah menempatkan dirinya sebagai moral force (kekuatan moral) dan interest groups (kelompok kepentingan) dalam dinamika kehidupan berbangsa di negara Indonesia.

Dalam khittah ini kembali menegaskan prinsippnya bahwa muhammaadiyah tidak meliliki hubungan organisatoris apapun dengan kekuatan atau partai politik manapun serta memberi kebebasan kepada warganya untuk menyalurkan aspirasi politik sesuai dengan hak asasinya. Namun demikian khittah denpasar ini memberi kerangka agar warga muhammadiyah tidak anti atau alergi terhadap politik.

Warga atau anggota muhammadiyah yang aktif dalam kegiatan politik hendaklah besungguh-sungguh dalam melaksanakan tugasnya dan mengedepankan empat hal. Yaitu:

  1. Rasa tanggungjawab (amanah)
  2. Berakhlak mulia (akhlaq al karimah)
  3. Menjadi teladan/ contoh yang baik (uswatun hasanah)
  4. Perdamaian (ishlah)

baca jgua :