Menyisakan Ratusan Bangku Kosong
Posted in: Pendidikan

Menyisakan Ratusan Bangku Kosong

Menyisakan Ratusan Bangku Kosong

Menyisakan Ratusan Bangku Kosong
Menyisakan Ratusan Bangku Kosong

Ratusan bangku Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) tersisa.

Pasalnya, sebagian besar calon peserta didik mendaftar melalui jalur Zonasi Radius dan Pretasi bersadarkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Ya, tahap pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Kota Bekasi resmi berakhir kemarin tepat pukul 17:00 WIB. Dari hasil PPDB tahap pertama tersebut tersisa 648 bangku kosong dari semua jalur PPDB tahun ini.

Kuota yang terisi penuh hanya Zonasi Jarak dan Prestasi USBN saja, selebihnya masih menyisakan kursi kosong. ”Masih tersisa 648 kursi dari semua jalur, kecuali jalur radius itu keisi semua, sama prestasi USBN itu terisi semua,” kata Kepala Seksi SMP Disdik Kota Bekasi, Mawardi menjelang detik-detik pengumuman PPDB kemarin,  Kamis (4/7).

Pengumuman kata Mawardi, bisa dilihat langsung melalu website yang tidak akan bergerak lagi

setelah pukul 17:00 WIB kemarin, selain itu kertas pengumuman siswa yang lolos PPDB disekolah pilihannya juga akan ditempel di masing-masing sekolah.

Dia menambahkan, pada tahap kedua yang akan di mulai pada tanggal delapan hingga sembilan Juli nanti, satu hal yang pelu diperhatikan oleh calon siswa maupun orang tua murid yakni pertimbangan jarak dari rumah menuju ke sekolah.

Pasalnya, pada tahap kedua nanti semua kuota kursi yang masih kosong

kan dialihkan ke jalur zonasi radius, sehingga pendaftaran pada tahap kedua hanya menggunakan jalur zonasi radius.

”Sudah terverifikasi, kemudian yang perlu diperhatikan jarak. Harus diperhatikan jarak, jangan asal terdaftar (disistem) aja. Token yang kemarin, tinggal mendaftar aja dari rumah maupun dari sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, ratusan orang tua murid nampak bergantian melihat papan pengumuman hanya untuk sekedar mencocokan nama yang sebelumnya tertera di sistem PPDB online melalui web dan papan pengumuman di SMPN 3 Kota Bekasi.

Salah seorang wali murid Berta (47) terlihat gembira. Pasalnya, anaknya berhasil diterima disekolah pilihan anaknya. Meskipun awalnya sempat pesimis dengan kuota prestasi USBN yang diberikan relatif kecil yakni tiga persen sebelum adanya perubahan kuota.

 

Baca Juga :