Posted in: Pendidikan

Mengidentifikasikan Pengangguran

Mengidentifikasikan Pengangguran


Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja, sedang mencari kerja, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

Bagaimana Tingkat Pengangguran Diukur ?
Mengukur jumlah pengangguran adalah tugas badan statistik negara yang menghimpun data pengangguran dan aspek-aspek pasar tenaga kerja lain, seperti jenis pekerjaan, jam kerja rata-rata, dan durasi pengangguran. Data ini di peroleh dari survei rutin terhadap rumah tangga.
Badan statistik negara biasanya mengelompokkan orang dewasa pada setiap rumah tangga yang di survei ke dalam salah satu kategori, yaitu:
Bekerja
Jika ia menghabiskan beberapa hari pada minggu sebelumnya untuk mengerjakan pekerjaan yang dibayar kemudian.
Pengangguran
Jika ia berhenti bekerja sementara atau sedang mencari pekerjaan.
Tidak termasuk angkatan kerja
Misalnya adalah mahasiswa penuh waktu, ibu rumah tangga, atau pensiunan, tidak termasuk ke dalam angkatan kerja.

Setelah mengelompokan seluruh individu yang disurvei kedalam tiga kategori tersebut, badan statistik negara menghitung berbagai statistik untuk merangkum kondisi angkatan kerja. Angkatan kerja (labor force) adalah jumlah orang yang bekerja dan tidak bekerja:
·         Angkatan kerja = Jumlah orang yang bekerja + Jumlah yang tidak bekerja

Tingkat pengangguran (unemployment rate) adalah persentase angkatan kerja yang tidak bekerja.
·         Tingkat pengangguran = ( Jumlah orang yang tidak bekerja : Angkatan kerja ) × 100

Setelah itu, tingkat pengangguran untuk seluruh populasi penduduk dewasa dan untuk kelompok yang lebih sempit, seperti laki – laki dan perempuan, dapat dihitung.
·         Partisipasi ankatan kerja = ( Angkatan kerja : Populasi penduduk dewasa ) × 100

Tingkat partisipasi angkatan kerja (labor force participation rate) mengukur persentase jumlah populasi penduduk dewasa yang termasuk kedalam angkatan kerja. Tingkat pengangguran alamiah adalah tingkat pengangguran normal dari fluktuasi tingkat pengangguran. Sedangkan pengangguran siklis adalah penyimpangan pengangguran dari tingkat alamiahnya.

Apakah Tingkat Pengangguran Mengukur Apa yang Kita Inginkan ?

Mengukur tingkat pengangguran dalam perekonomian mungkin terlihat mudah. Namun pada kenyataannya, hal tersebut sulit dilakukan. Sangatlah mudah membedakan orang yang bekerja penuh dengan seseorang yang tidak bekerja sama sekali, tapi sangatlah sulit untuk membedakan antara seseorang yang tidak bekerja dengan seseorang yang tidak termasuk angkatan kerja.
Di satu sisi, sebagian orang yang mengaku sebagai pengangguran sebenarnya belum berupaya keras untuk mencari pekerjaan. Disisi lain, boleh jadi sebagian orang yang mengaku sebagai pengangguran sebenarnya ingin bekerja. Orang – orang ini mungkin telah berusaha untuk mencari pekerjaan, namun menyerah karena gagal. Orang semacam ini disebutdengan pekerja putus asa (discouraged workers), tidak termasauk kedalam data statistik pengangguran meskipunmereka sebenarnya adalah pekerja yang tidak memiliki pekerjaan.

Berapa Lama Biasanya Orang Menganggur ?
Sebagian besar masa pengangguran berlangsung sebentar dan sebagian besar pengangguran yang diamati pada sembarang periode bersifat jangka panjang. Kesimpulan yang harus dicermati tersebut secara tidak langsung mengimplikasikan bahwa para ekonom dan pembuat kebijakan harus berhati – hati ketika membaca data pengangguran dan dalam merancang kebijakan untuk membantu kaum pengangguran. Kebanyakan orang yang menjadi pengangguran akan segera memperoleh pekerjaan. Namun, sebagian besar masalah pengangguran disebabkan oleh relatif sedikit pekerja yang tidak memiliki pekerjaan dalam waktu yang lama.

sumber :
https://www.ooongk.com/seva-mobil-bekas/