Posted in: Pendidikan

Konsep Gabungan Faktor Pembatas

Konsep Gabungan Faktor Pembatas

  •  Dengan menggabungkan konsep hukum minimum dan konsep toleransi, maka

      dapat dipahami konsep faktor pembatas (limiting faktor).

  •        Faktor pembatas (limiting faktor) dapat diartikan sebagai keadaan yang mendekati

                       atau melampaui ambang batas toleransi suatu kondisi.

  • Faktor pembatas suatu organisme mencakup kisaran minimum atau maksimum

     dari faktor-faktor abiotik suatu ekosistem. Misal : Suhu, cahaya, pH yang terlalu

     rendah (minimum) atau terlalu tinggi (maksimum).

  • Bagi organisme dengan kisaran toleransi yang lebar (eury) terhadap faktor abiotik

     X yang relatif konstant bukan merupakan faktor pembatas, sehingga organisme

     tersebut dapat hadir dalam jumlah banyak.

  • Sebaliknya, bagi organisme dengan toleransi yang sempit (steno) terhadap faktor

      abiotik (Y) yang selalu berubah akan menjadi “faktor pembatas” sehingga akan

      hadir dalam jumlah sedikit.Contoh : oksigen

  • Contohnya Kandungan O2 di udara dalam jumlah banyak dan konstan bukan

     merupakan faktor pembatas organisme darat.

  • Sebaliknya, kandungan Oterlarut di perairan, terdapat dalam jumlah sedikit dan

     jumlahnya selalu berubah-ubah, menjadi faktor pembatas bagi organisme yang

     hidup di perairan.

  1. Syarat sebagai Faktor Pengatur

Faktor lingkungan yang penting dalam setiap ekosistem berbeda beda seperti  :

  1. di darat: sinar, suhu dan air;
  2. di laut: sinar, suhu dan salinitas;
  3. di perairan tawar: kandungan oksigen.

Faktor lingkungan tidak hanya sebagai faktor pembatas (negatif) tetapi juga menjadi faktor menguntungkan (positif) bagi organisme yang mampu menyesuaikan diri.

  1. Faktor Fisik Sebagai Faktor Pembatas
  2. Suhu
  •  Organisme dapat hidup pada suhu sampai 300oC dengan kisaran suhu – 200

      sampai 100 oC.

  • Akan tetapi kebanyakan organisme hanya dapat hidup pada kisaran suhu yang

      lebih sempit.

  • Pada umumnya batas atas (maksimum) lebih kritis atau lebih

       membahayakankehidupan organisme daripada batas  bawah (minimum).

  • Pada ekosistem perairan, variasi suhu lebih sempit daripada ekosistem darat. Oleh

      karena itu, biasanya organisme perairan mempunyai kisaran toleransi terhadap

      suhu lebih sempit daripada organisme darat. Misal: algae air dan algae darat,

      invertebrata  air dan darat seperti serangga

  • Suhu air bepengaruh terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan, morfologi,  reproduksi, tingkah laku, laju pergantian kulit dan metobolisme udang.
  • Udang hidup pada suhu air 21-32o
  • Suhu untuk ikan berkisar 25-30o

bca juga :