Klasifikasi Minyak dan Lemak
Posted in: Umum

Klasifikasi Minyak dan Lemak

Adapun klasifikasi minyak dan lemak dibedakan berdasarkan beberapa penggolongan yaitu sebagai berikut :
  1. Berdasarkan kejenuhannya (Ikatan Rangkap)
  2. Berdasarkan kejenuhannya terdapat dua yaitu : Asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.
  3. Berdasarkan sifat mengering
  4. Ada tiga klasifikasi minyak dan lemak berdasarkan sifat mengeringnya yaitu minyak tak mengering, minyak setengah mengering, dan minyak nabati mengering.
  5. Berdasarkan sumbernya
  6. Ada dua klasifikasi minyak dan lemak berdasarkan sumbernya yaitu berasal dari tanaman (minyak nabati) dan berasal dari hewan (minyak hewani).

 

2.2. Sifat-sifat Minyak dan Lemak

Adapun sifat-sifat fisika minyak dan lemak adalah sebagai berikut :
  1. Bobot jenis dari minyak dan lemak biasanya ditemukan pada temperatur kamar.
  2. Indeks bias dari minyak dan lemak dipakai pada pengenalan unsur kimia dan untuk pengujian kemurnian minyak.
  3. Minyak dan lemak tidak larut dalam air kecuali, minyak jarak.
  4. Titik didih asam lemak semakin meningkat dengan bertambahnya panjang rantai karbon.
  5. Titik kekeruhan ditetapkan dengan cara mendinginkan campuran minyak atau lemak dengan pelarut lemak.

 

Adapun juga sifat-sifat kimia dan lemak adalah sebagai berikut :
  1. Esterifikasi adalah Proses ini bertujuan untuk asam-asam lemak bebas dari trigliserida, menjadi bentuk ester.
  2. Hidrolisa adalah Dalam reaksi ini, minyak dan lemak akan diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol.
  3. Penyabunan adalah Reaksi ini dilakukan dengan penambahan sejumlah larutan basa kepada trigliserida.
  4. Hidrogenasi adalah Reaksi ini bertujuan untuk menjernihkan ikatan dari rantai karbon asam lemak pada minyak dan lemak.
  5. Oksidasi adalah Reaksi ini dapat berlangsung bila terjadi kontak anatara sejumlah oksigen dengan minyak dan lemak.
  6. Pembentukan keton adalah Reaksi ini dihasilkan melalui penguraian dengan cara hidrolisa ester.

 

2.3. Jenis-jenis Tumbuhan Penghasil Minyak dan Lemak
2.3.1. Bintaro (Cerbera manghas)
Biji bintaro merupakan biji yang mengandung  minyak  dengan  kadar  yang  tinggi  yaitu  54,33%. Dalam kandungan minyak tersebut merupakan potensi yang cukup bagus untuk biodiesel. Dalam 1 kg minyak Bintaro dapat dihasilkan dari kurang lebih 2,9 kg biji bintaro yang berasal dari 36,4 kg buah bintaro tua.
2.3.2. Kemiri (Aleurites moluccana)
Biji  kemiri merupakan biji yang mengandung  minyak sekitar 60%. Setiap  pohon  kemiri  dapat memproduksi  30-80  kg  biji  kemiri. Minyak  kemiri dapat  dimanfaatkan  untuk mengawetkan  kayu,  bahan cat dan pernis, pelapis  kertas, dan  bahan  sabun. Selain potensi minyak lemak, pohon kemiri yang memiliki umur produktif 25-40 tahun  ini mempunyai  beragam  kegunaan seperti  daunnya dapat digunakan  oleh masyarakat di Sumatera untuk obat sakit kepala dan gonnorhea.
2.3.3. Ketapang (Terminalia catappa)
Biji  ketapang  merupakan bjii yang mengandung  minyak  dan  dapat  dimakan dengan rasa  yang  mirip dengan kacang almond dan berpotensi menggantikan biji almond sebagai bahan pembuat kue. Biji ketapang mengandung minyak 50% dari bobot biji kering. Minyak biji ketapang berwarna  kuning dengan  kandungan asam-asam  lemak  seperti  palmitat  (55,5%),  asam oleat  (23,3%),  asam  linoleat,  asam  stearat,  asam  miristat,  serta  berbagai  macam  asam amino.
2.3.4. Nyamplung (Callophyllum inophyllum)

Biji nyamplung segar dapat mengandung minyak sekitar 40 – 55%, sedang biji kering 70 – 73%. Bahan aktif yang terkandung pada biji adalah Inophylum A-E, Calophylloide dan Acid calophynic. Minyak  nyamplung  berwarna  hijau  gelap  atau  kuning  kebiru-biruan, mengandung komponen aktif yang mempercepat kesembuhan luka atau pertumbuhan kulit (cicatrization) dan obat kurap. Selain itu, minyak ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan bakar alami atau biodiesel.

2.3.5. Nyatoh (Palaquium javense)
Minyak nyatoh dapat digunakan untuk minyak bakar seperti memasak dan bahan bakar lampu minyak untuk penerangan. Bijinya bisa menghasilkan minyak yang dapat diperoleh dengan cara memasak/merebus bijinya.