Posted in: Pendidikan

  Hubungan hukum Islam dalam pembangunan

  Hubungan hukum Islam dalam pembangunan

Perlu diketahui terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan hukum Islam karena tanpa memahami apa arti hukum Islam/syariat dengan tepat, maka sulit untuk menentukan bagimana peranannya dalam masyarakat.

Istilah hukum Islam oleh penulis-penulis kepustakaan hukum Islam sering dicampurbaurkan dengan istilah fiqih, malah istilah yang terakhir inilah yang paling sering digunakan. Hal tersebut menurut Fyzee disebabkan ukuran bagi semua tingkah laku manusia baik dalam syariat maupun dalam fiqih adalah sama, yakni mencari keridahan Allah SWT dengan jalan mentaati suatu sistem yang maha sempurna.

Mengenai pengertian hukum Islam oleh Yamani diartikan dalam dua arti yaitu arti karena luas dan arti sempit.

Dalam arti luas, Syariat Islam meliputi semua hukum yang telah disusun dengan teratur oleh para ahli fiqih dalam pendapat-pendapat fiqihnya mengenai persoalan dimasa mereka atau yang mereka perkirakan akan terjadi kemudian dengan mengambil dalil-dalilnya langsung dari Al-Quran dan hadis atau sumber pengambilan hukum yang lain seperti qiyas, istihsan, istihsab dll.

Pengertian yang luas ini tidak mesti diikuti dari awal sampai akhir. Karena di dalamnya ada beberapa bagian yang tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman/tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan masa kini. Akan tetapi masih bisa dipakai sebagai pustaka perbendaharaan Ilmiah.

Meskipun demikian, kata beliau selanjutnya dalam pustaka perbendaharaan ilmiah mengandung prinsip-prinsip dasar yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan dizaman modern ini yang timbul karena perubahan yang terjadi di dalam masyarakat.

Apabila pengertian tersebut dijadikan titik pangkal untuk memahami makna yang terdapat dalam hukum  Islam, maka menjadi kewajiban kita untuk terlebih dahulu menentukan bagian-bagian mana yang tidak sesuai dengan tuntunan zaman dan berusaha menemukan prinsip-prinsip yang terdapat didalamnya untuk digunakan sebagai dasar dalam menyelesaikan masalah baru masa kini.

Syariat Islam dalam arti sempit, hukum-hukum yang berdalil pasti dan tegas yang tertera dalam Al-Quran dan hadis yang sahih ataupun yang ditetapkan dalam Ijma.

Hukum Islam dalam artian sempit itu wajib diikuti oleh umat Islam. Demikian pula halnya dengan hukum-hukum yang terdapat dalam hadis yang kebenarannya tidak lagi diragukan. Kemudian dikatakan dalam syariat Islam terdapat bagian-bagian atau bidang-bidang yang mengenai ibadat dan muammalat. Kedua bagian ini mempunyai kaitan yang sangat erat antara yang satu dengan yang lain.

Ditinjau dari segi turunya ayat-ayat suci Al-Quran, maka wahyu yang berkenaan dengan pengaturan kehidupan manusia di dalam masyarakat, pada umumnya diturunkan di Madinah, sedangkan ayat-ayat yang mengandung hukum baik yang berkenaan dengan ibadah maupun muamalat biasanya disebut ayatul ahkam.

Di dalam Al-Quran ini, ayat-ayat ahkam jumlahnya sangat terbatas. Ayat-ayat tersebut banyak yang bersifat prinsip yang rincian dan pelaksanaannya dicontohkan oleh Nabi Muhammad baik dengan prilaku, ucapan maupun dengan sikap dalam menghadapi sesuatu.

Kemudian persoalan bagaimana peranan hukum Islam dalam pembangunan nasional yang sekarang ini sedang digalakkan.  Hukum berfungsi sebagai sarana untuk memperlancar proses interaksi sosial, sedangkan menurut Hutagalung, hukum dapat berfungsi sebagai sarana pembaharuan sosial dan sering disebut hukum sebagai alat untuk mengadakan social enggeneering[7].

sumber :

Shadow Saga : Reborn Apk Mod v1.9.9 for android