Diplomasi dalam Hubungan internasional
Posted in: Pendidikan

Diplomasi dalam Hubungan internasional

Diplomasi dalam Hubungan internasional

Diplomasi dalam Hubungan internasional

Diplomasi merupakan

salah satu praktek dalam Hubungan internasional antar negara melalui perwakilan-perwakilan resmi. Praktek diplomasi dapat meliputi keseluruhan proses hubungan luar negeri dan formasi kebijakan. Disebutkan bahwa diplomasi juga diartikan alat atau mekanisme kebijakan luar negeri yang dijadikan sebagai tujuan akhir, juga diartikan sebagai teknik-teknik operasional yang akan dilakukan oleh sebuah negara untuk memperjuangkan kepentingannya melalui hukum (Plano&Olton, 1982:24).

Kegiatan diplomasi berkaitan erat dengan pelaksanaan politik luar negeri suatu negara dalam hubunganya dengan negara lain karena diplomasi merupakan suatu tahapan dalam menjalankan politk luar negeri suatu negara. Dalam mempelajari diplomasi pada umumnya harus ditinjau hubungan antar negara dan politik luar negerinya, sehingga hubungan diplomasi dan politik luar negeri suatu negara mempunyai interelasi yang saling mempengaruhi satu sama lain (Cantori, 1976:105).

Istilah diplomasi mengandung beberapa pengertian, diantaranya :

  1. Diplomasi sebagai politik luar negeri
  2. Diplomasi sebagai sarana perundingan
  3. Diplomasi sebagai dinas luar negeri
  4. Diplomasi sebagai perjuangan

Dalam arti luas, diplomasi meliputi seluruh kegiatan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa yang mencangkup beberapa hal yakni :

  1. Menentukan dan mempergunakan semua daya atau kemampuan manusia untuk mencapai tujuan.
  2. Menyesuaikan kepentingan bangsa lain dengan kepentingan nasional, sesuai dengan kemampuan dan tenaga yang ada.
  3. Menentukan apakah tujuan nasional sejalan dengan kepentingan bangsa atau negara lain
  4. Mempergunakan sarana dan kesempatan dengan sebaik-baiknya (Litbang Deplu, 1988:33-35)

Dasar dari diplomasi adalah komunikasi yaitu pemikiran dan ide-ide yang berasal dari berbagai negara. Tujuan utama suatu negara mengadakan hubungan diplomasi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari negara lain, menjaga hubungan dengan negara lain, dan menjaga keserasian antar negara. Dalam diplomasi tingkat tinggi, dilakukan pertahapan yang biasanya dilakukan oleh aktor negara yang diwakili oleh para kepala negara yang dilakukan secara langsung dalam sebuah forum diskusi dengan aktivitas berupa penukaran ide/gagasan. Namun seiring dengan kompleksitas masalah yang dihadapi dalam perkembanganya maka secara umum hubungan diplomatik saat ini dilakukan secara tidak langsung yaitu melalui tahapan yakni pengiriman utusan berupa duta ataupun perwakilan-perwakilan yang dikirim oleh negaranya. (Feiltham, 1988:124)


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/