Posted in: Umum

Dinasti Sayyed 1414-14

Dinasti Sayyed 1414-14

Setelah Khizir Shan berhasil menguasai Delhi, ia mengangkat dirinya sebagi sultan. Ia seorang yang alim dan juga tidak pernah ingkar janji ia juga seorang yang berani dan sangat mampu dalam urusan kepemerintahan. Ia wafat pada 1421 M.
Setelah Khizir Khan, naiklah anaknya, Mubarak Shah. Ia adalah raja yang sangat baik. Namjun ia tebunuh pada 1434 M oleh seorang bangsawan bernama Sadrul Mulk. Keponakan Mubarak, Muhammad Shah, naik tahta. Ia kemudian membalas kematian pamannya dengan memerintahkan tentaranya untuk menangkap dan membunuh Sadrul Mulk. Muhammad Shah digantikan oleh anaknya, Alauddin Alam Shah, yang merupakan raja terakhir dan terlemah dalam dinastinya. Ia secara sukarela menyerahkan tahtanya ke Bahrul Lodi dengan kesepakatan bersahabat membolehkan raja terakhir dari Dinasti Sayyid hidup dengan damai sampai akhir hayatnya pada 1478 M.

 

– Dinasti Lodi 1451-1526 M

Bahlul Lodi yang naik tahta pada 1451 M adalah seorang raja yang sangat pandai dalam keagamaan, bijaksana, bangsawan, dab sangat mampu. Penaklukan Jaunpur adalah aksi yang menonjol semasa kepemimpinannya. Ia bertahta selama 38 tahun dan meninggal pada 1389 M. Nizam Khan, putra kedua Bahlul Lodi, menggantikannya dengan gelar Sikander Lodi. Ia adalah seorang administrator yang ulung. Ia meninggak pada 1517 M setelah berhasil memimpin selama 28 tahun. Sikandar Lodi merupakan raja yang paling mampu dan paling besar dalam dinasti Lodi. Ia memperluas wilayah kekuasaan ayahnya ke segala arah. Ia adalah seorang yang alim dan berusaha untuk hidupsesuai dengan hokum islam. Ia terkenal dermawan, menyantuni rakyat miskin, dan yang membutuhkan. Ia juga teladan dalam ilmu pengetahuan dan memerintahkan penerjemah karya sangsekerta dalam bidang obat-obatan ke bahasa Persia.

Setelah kematian Sikandar Lodi, putranya Ibrahim Lodi naik tahta. Tetapi, terjadi pemberontakan dari adiknya sendiri, Jalal Khan. Selama kepemimpinannya, ia banyak menangkap dan memenjarakan bangsawan yang menentang nya. Hal ini memicu terjadinya lebih banyak pemberontakan. Beberapa wilayah menyatakan kemerdekaannya. Pada 1525 M, Babur penguasa Farghana (Afganistan), menyerang India. Pada 1526 M, terjadi pertempuran sengit atara Babur dengan Ibrahim Lodi. Lodi terbunuh dan kekuasaannya beralih ke tangan Babur, yang mendirikan Dinati Mughal.

PENUTUP
A. Kesimpulan
Sejak Islam menaklukan India sampai berdirinya Dinasti Mughal para sultan berusaha supaya mendapat pengakuan khalifah dari pusat.Ia memiliki dua kekuasaan politik dan spiritual, dari kesultanan Delhi semuanya selalu berusaha agar memperoleh gelar sebagai pengakuan dan tanda-tanda yang lain untuk legitimasi kekuasaan dari pusat kekhalifahan Abbasyiah. Kecuali, Sultan Mubarak Khalji yang memutuskan ikatan dengan kekhalifahan di pusat dan menyatakan bahwa ia adalah penguasa yang mutlak. Demi stabilitas politik sultan-sultan di india merasa bangga apabila mendapat pengakuan dari khalifah pusat. Hubungan dengan Khalifah diputuskan secara resmi sejak Dinasti Mughal.


Sumber: https://pss-sleman.co.id/