Posted in: Pendidikan

Bentuk VS Isi dari Proses Interaksi

Bentuk VS Isi dari Proses Interaksi

Simmel memberikan suatu konsep tentang masyarakat melalui interaksi timbal balik. Masyarakat dipandang lebih daripada hanya sebagai suatu kumpulan individu melainkan masyarakat menunjuk pada pola interaksi timbal balik antar individu. Pokok perhatian Simmel dari interaksi sosial bukanlan isi melainkan bentuk dari interaksi sosial itu sendiri. Simmel memiliki pandangan seperti itu karena menurutnya dunia nyata tersusun dari tindakan dan interaksi.

Pembedaan bentuk dan isi interaksi dapat dilihat dalam beberapa hal sebagai berikut:

Sosiabilita

Sosiasi atau interaksi yang dipisahkan dari isinya menghasilkan sosiabilita, dimana sosiabilita sebagai bentuk yang murni merupakan interaksi yang terjadi demi interaksi itu sendiri dan bukan yang lain. Sebagai contoh, silahturahmi pada waktu lebaran. Sekalipun mempunyai pekerjaan yang sama tetapi ketika mereka bersilahturami, mereka tidak akan membicarakan masalah pekerjaan tetapi mungkin hal yang ringan karena pokok pembicaraan tidak sepenting kenyataan yang menjadi dasar bagi bentuk sosiabilita.

Hubungan Seksual

Contoh lain yang memperlihatkan pembedaan antar bentuk dan isi adalah orang yang berpacaran. Sebagai suatu bentuk yang murni, pacaran tidak mencakup interaksi sosial sosiabel yang mungkin mendahului sosial. Dalam berpacaran masing-masing pihak akan menampilkan perilaku yang merangsang dan memberi kesan daya tarik seksual yang ada pada saat itu, dan sekaligus dengan caranya sendiri menahan untuk berbuat. Dengan cara ini orang yang berpacaran dapat menikmati bentuk hubungan seksual yang menarik tanpa memasukkan isi dari hubungan seperti itu.

Pentingnya  Bentuk dan Sosiologi

Simmel membedakan antara bentuk dan isi hubungan sosial. Sosiologi dibedakan dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Oleh karena fokusnya tertuju pada bentuk sedangkan ilmu-ilmu lainnya dirumuskan oleh isinya. Simmel menyajikan sejumlah sketsa  sosiologis dimana bentuk-bentuk tertentu diidentifikasikan, dianalisa, kadang-kadang dibagi menjadi lebih kecil atau dibandingkan secara kontras dengan bentuk-bentuk yang berhubungan.

Superordinasi dan Subordinasi

Superordinasi dan subordinasi memiliki hubungan timbal balik. Superordinasi tidak ingin sepenuhnya mengarahkan pikiran dan tindakan orang lain, justru superordinasi berharap pihak yang tersubordinasi bereaksi secara positif atau negatif. Bentuk interaksi ini tidak mungkin ada tanpa hubungan timbal balik. Bahkan dalam hubungan sosial yang eratpun sering terjadi ketegangan-ketegangan atau konflik.

Bentuk Superordinasi dan Subordinasi dapat dibedakan antara lain :

  1. Subordinasi di bawah seorang individu dan struktur kelompok.

Orang dapat disubordinasi oleh individu, kelompok, atau kekuatan objektif. Kepemimpinan oleh individu tunggal umumnya mengarah pada kelompok tertutup yang menentang pemimpin. Simmel dalam hal ini hendak membedakan subordinasi yang dibawah seorang individu dan subordinasi dibawah suatu prinsip umun.

Pos-pos Terbaru