Posted in: Agama

Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum Islam

Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum Islam

Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum Islam

Sebelum membahas lebih jauh tentang Al-qur’an sebagai sumber hukum islam, mari kita kaji terlebih dahulu pengertian dari al-Qur’an itu sendiri. Al-Qur’an adalah firman Allah s.w.t. yang di turunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril, sebagai mukjizat dan pedoman hidup bagi umatnya dan membacanya adalah ibadah. Al-Qur’an ini turun pada sekitar tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran nabi Muhammad s.a.w.

Telah kita ketahui bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam dan merupakan pedoman hidup yang abadi. Dikatakan abadi karena kemurniannya sejak diturunkan sampai di akhir zaman senantiasa terpelihara. Allah s.w.t. menjamin pasti kemurnian al-Qur’an, seperti dalam firmannya yang berarti “Sesungguhnya kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar menjaganya”(QS. Al-Hijr, 15:9).

Al-Qur’an sebagai Pedoman

Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang pertama dan utama bagi umat islam. Pada masa rasulullah s.a.w. setiap persoalan solusinya selalu di kembalikan kepada al-Qur’an. Rasulullah sendiri dalam perilakunya sehari-hari selalu mengacu pada al-Qur’an. Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim kita harus menggunakan al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Seperti dalam firman-Nya yang berarti “Hai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).” (QS. Al-Anfal,8:20). Ayat tersebut mengandung dua perintah yang pertama adalah perintah untuk taat kepada allah, taat berarti kita harus menjalankan smua perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya. Dan perintah-perintah Allah itu ada dalam al-Qur’an, jadi kalau kita taat kepada Allah kita harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada dalam al-Qur’an. Perintah yang kedua adalah taat kepada Rasulullah, artinya kita harus taat kepada sunnah dan hadits-haditsnya. Baik perintah maupun larangannya.

1. Tujuan turunnya al-Quran

Dengan menganalisa ayat-ayat al-Qur’an terutama dari segi fungsinya bagi kehidupan manusia akan terlihat bahwa Allah SWT menurunkan al-Qur’an dengan dua tujuan utama. Pertama, bagi kepentingan pribadi Nabi dan kedua bagi kepentingan umat manusia termasuk Nabi.

Tujuan turunnya alQur’an bagi kepentingan Nabi ialah sebagi bukti yang paling kuat terhadap kenabiannya atau sebagai mukjizat Nabi Muhammad. Setiap pembawa risalah memerlukan pengakuan dari umat. Pengakuan ini akan muncul bila ia dapat berbuat atau mengemukakan ssesuatu yang tidak mungkin dilakukan atau dikemukakan oleh umatnya. Hal yang luar biasa inilah yang disebuat mukjizat. Di tengah umat Arab yang sedang mengagungkan bersyair dan keindahan bahasa muncullah Nabi Muhammad dengan al-Qur’an, baik dari segi materi dan bahasa tidak dapat ditandingi oleh ahli bahasa manapun, bahkan mereka tidak mampu berbuat yang sama meskipun mereka berhimpun untuk itu (Al-Isra : 88).
Adapun tujuan turunnya al-Qur’an bagi kepentingan umat adalah sebagai sumber hidayah atau petunjuk yang akan membimbing umat untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan yang baik di akhirat.

Kedudukan Al-Qur’an

Kedudkan al-qur’an sebagai sumber hidayat disampaikan Allah dalam al-Qur’an secara jelas dan dalam frekuensi yang banyak sekali. Ada dua bentuk sumber hidayat dalam al-Qur’an :

1. Sumber ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalamnya yang melingkupi segala bidang. Kandungan ilmu pengetahuan itu akan membawa manusia yang berhasil itu menggalinya untuk menguasai rahasia alam, dapat hidup di dalamnya dan bahkan dapat menguasai alam itu sendiri.Ilmu pengetahuan akan menunjuki-Nya dalam kehidupan dunia dan akhirat.
2. Dlm bentuk tata aturan kehidupan manusia baik dalam hubungannya dengan allah pencipta maupun dalam hubungannya dengan sesame manusia yang akan menjamin kemaslahatan kehidupan umat baik di dunia maupun untuk akhirat.

Baca Juga: