Kestabilan Kurs Valuta Asing

 Kestabilan Kurs Valuta Asing

Salah satu alat pengukur lain yang selalu digunakan untuk menilai keteguhan sesuatu ekonomi adalah perbandingan nilai sesuatu mata uang asing dengan nilai mata uang domestik. Perbandingan itu dinamakan kurs valuta asing. Kurs ini akan menunjukan  banyaknya uang dalam negeri untuk membeli satu unit valuta asing tertentu. Kurs valuta asing dapat dipandang sebagai harga, dari suatu mata uang asing. Salah satu faktor penting yg mempengaruhi kurs valuta asing adalah neraca keseluruhan, neraca keseluruhan yg mengalami defisit cenderung untuk menaikan suatu Valas sebaliknya  jika neraca pembayaran teguh (surplus dalam neraca keseluruhan) dan cadangan valas yg dimiliki negara terus menerus bertambah jumlahmya, maka nilai valas akan  bertambah murah.[6]

  1. Kebijakan Makro Ekonomi Serta Tujuannya.

Bentuk-bentuk kebijakan ekonomi yang akan dilakukan sesuatu negara sangat tergantung kepada tujuan-tujuan yang ingin dicapainya.

  1. Tujuan-Tujuan Kebijakan Makroekonomi

tujuan- tujuan kebijakan makroekonomi dapat dibedakan kepada lima aspek berikut :

  1. Menstabilkan Kegiatan Ekonomi

Pengertian kestabilan ekonomi meliputi kewujudan dari 3 hal berikut ini : Tingkat penggunaan tenaga kerja adalah tinggi, tingkat harga- harga tidak menunjukkan perubahan yang berarti, Terdapat keseimbangan di antara ekspor dan impor dan lalu lintas modal dari atau ke luar negeri. Tujuan menstabilkan ekonomi berarti pula keinginan untuk menghindari fluktuasi yang tajam dalam kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu.

 

sumber :