Perkembangan Studi Al-Qur’an di Barat

Perkembangan Studi Al-Qur’an di Barat

Perkembangan Studi Al-Qur’an di Barat

Perkembangan Studi Al-Qur’an di Barat

   Munculnya studi Al-Qur’n di Barat diduga kuat lantaran sifat iri bahkan sekarang untuk melakukan studi kritis terhadap teks Al-Quran sebagaimna yang kita lakikan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani. Seruan ini tentu saja muncul karena dilatarbelakangi oleh kekecewaan para sarjana Kristen maupun Yahuditrrhadap kitab suci mereka di satu pihak, serta kecemburuan mereka terhadap Al-Qur’an di sisi lain harus di sadari bahwa mayoritas ilmuan ilmuwan dan cendekiawan Kristen maupun Yahudi sudah lama otentisitas kitab suci mereka

   Barang kali alasn di atas para orientalis kemudian mulai mengarahkan perhatian mereka dengan dengan mengkaji Al-Qur’an. Namun di samping karena alas an-alasan di atas para orientalis paham betul bahwa Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran islam serta bangunan seluruh keilmuan islam.

Orientalis Al-Qur’an dan Sanggahan terhadap Orientalis

   Dalam sejarah islam persoalan-persoalan seputar kodifikasi mushaf Al-Qur’an, kronologi, serta urutan surah ataupun ayat sebenarnya telah cukup banyak di bahas oleh utama klasik. Masalah kodifikasi Al-Qur’an dan munculnya banyak mushaf lain seperti yang diajukan oleh Noldeke, Ricard Bell, Arthur Jeffery, Montgomery Watt yang kemudian menganggap bahwa mushaf Usmani sebagai Al-Qur’an Usmani hasil rekayasa tim Zadi.

baca juga :