Wah, Hebat. Sekarang Nilai Instagram Lebih dari Rp 400 Trilyun

Wah, Hebat. Sekarang Nilai Instagram Lebih dari Rp 400 Trilyun

Wah, Hebat. Sekarang Nilai Instagram Lebih dari Rp 400 Trilyun

 

 Wah, Hebat. Sekarang Nilai Instagram Lebih dari Rp 400 Trilyun
Wah, Hebat. Sekarang Nilai Instagram Lebih dari Rp 400 Trilyun

Alur cerita mengapa kini Instagram mempunyai nilai akuisisi yang tinggi? Hal ini dikarenakan pertumbuhan

pengguna Instagram melesat dengan drastis. Instagram yang kini dimilikin oleh Facebook merupakan program yang fokus pada share photo dari para penggunanya. Pada tahun 2012, nilai akuisisi yang diberikan Facebook untuk bisa memiliki instagram mencapai USD 1 milyar. Banyak orang yang pada saat ini merasa skeptis dengan apa yang dilakukan oleh Facebook tersebut untuk mengambil alih Instagram sebagai bagian dari perusahaan sosial media terbesar itu.

Namun sepertinya, pemilik Facebook, Mark Zuckerberg merasa optimis, bahwa dalam beberapa tahun ke depan,

Instagram bakal menjadi besar dan bisa memberikan profit buat perusahaannya. Benar saja, dalam kurun waktu dua tahun saja semenjak diakuisisi, kini nilai Instagram diprediksi sudah mencapai USD 35 milyar. Sebuah angka yang sangat fantastis untuk sebuah sosial media. Dan ternyata, nilai ini lebih besar dibandingkan dengan Twitter dan juga Linkedln.
Nilai instagram saat ini.

Nilai instagram saat ini.

Mengapa nilai Instagram saat ini bisa sebesar itu? Ternyata, dengan semakin banyaknya pengguna yang ada pada Instagram, maka hal ini bisa menjadi ladang untuk mendulang uang, yaitu dengan cara menampilkan iklan yang lebih efisien dan bisa mencapai target market yang lebih tepat.

Sama seperti pada sistem periklanan lainnya yang berbasis internet, dimana nilai iklan yang harus dibayar pemasang pada pihak Facebook atau Instagram berdasarkan 1000 kali iklan tayang. Untuk harga tersebut, inilah yang nantinya akan didapat oleh Instagram. Tinggal mas bero kaliin aja, kira kira berapa jumlah pemasang iklan pada Instagram dari seluruh dunia.

System periklanan model seperti ini memang cukup efektif, dan ternyata bisa menjangkau pasar dan konsumen

dengan lebih efektif, jika dibandingkan dengan media iklan konvensional seperti yang kita kenal sekarang ini.

Sumber:

https://excite.co.id/