Penertian Zakat Mall Dan Zakat Profesi Serta Pembagiannya

Penertian Zakat Mall Dan Zakat Profesi Serta Pembagiannya

Penertian Zakat Mall Dan Zakat Profesi Serta Pembagiannya

Penertian Zakat Mall Dan Zakat Profesi Serta Pembagiannya
Penertian Zakat Mall Dan Zakat Profesi Serta Pembagiannya

Kategori Zakat

1. Menurut Abdurrahman Al-jaziri dalam kitab Fiqhi Alalmazahibi Al-Arba’a ,Dia membagi zakat dengan lima kategori :
Binatang Ternak
Emas dan Perak
Barang-barang perdagangan
Barang Tambang
Zuruk (pertanian) dan buah-buahan.

2. Menurut DR.Yusuf Qardawi dalam bukunya Fiqhi Al-Zakat, membagi zakat dalam sembilan kategori :
Zakat Binatang Ternak
Zakat Emas, Perak dan Uang
Zakat Kekayaan Dagang
Zakat Hasil Pertanian
Zakat Barang Tambang dan Hasil Laut
Zakat Madu dan Produksi Hewani
Zakat Investasi Pabrik, Gedung Dll
Zakat Pencarian dan Profesi, Zakat saham dan Obligasi.

3. Menurut Undang-Undang RI No.31 Tahun 1999 Bab IV, Pasal II, ayat 2 harta yang dikenakan zakat ialah :
Emas, Perak dan Uang
Perdagangan dan Perusahaan
Hasil Pertanian, Hasil Perkebunan dan Hasil Perikanan
Hasil Pertambangan
Hasil Peternakan
Hasil Pendapatan dan Jasa

Syarat-syarat kekayaan yang wajib zakat

Milik Penuh (milik penuh penguasaan) bukan milik mutlak, alasannya cuma Allah pemilik Mutlak
Berkembang (tiruana kekayaan yang berkembang ialah subjek zakat)
Cukup Senisab

Baca Juga: Ayat Kursi

Lebih dari kebutuhan biasa
Bebas dari utang
Berlaku setahun

Profesi dan zakat Profesi

1. Pengertian Profesi

Profesi ialah segala perjuangan yang halal dan sanggup menhadirkan hasil (uang) yang relatif banyak dengan cara uang gampang, baik melalui satu keahlian tertentu ataupun tidak
Segala perjuangan yang dilakukan secara halal dan menhadirkan manfaat, bentuk-bentuk perjuangan itu bisa berupa :
Usaha fisik, menyerupai pegawai dan buruh
Usaha pikiran, menyerupai konsultan dan dokter
Usaha kedudukan, menyerupai anggota dewan/Komisi dan Jabatan
Usaha Modal, Seperti Investasi

2. Hasil Usaha Profesi

Teratur dan niscaya setiap bulan, ahad atau hari, contohnya upah, penghasilan pekerja dan pegawai
Tidak tetap dan tidak sanggup diperkirakan secara pasti, contohnya konsultan, kontraktor dan dokter

Nisab Zakat Profesi

Nisab zakat profesi ini dianalogikan dengan nilai emas wajib zakat yaitu 91,92 gram (putusan MUI) dibulatkan menjadi 92 gram dikali dengan harga emas tahun itu, contohnya harga emas netral 100.000 / gram sama dengan 9.200.000 dibagi dengan 12 bulan maka karenanya = Rp 767.000 dibulatkan menjadi Rp 800.000 atau
92 x Rp.100.000 = 9.200.000 di bagi 12 bulan = Rp.767.000 (dibulatkan) menjadi Rp. 800.000.
Maka setiap pegawai, guru, buruh atau profesi yang lainnya yang menerima penghasilan membersihkan 800.000
keatas, dianggap bisa dan hukumnya wajib membayar zakat 2,5 %.

Teknik Pembayarannya

Teknik membayar zakat profesi ada 2 :
1.Dibayar sekaligus 1 tahun pada final tahun, contohnya :
Si A mendapatkan penghasilan membersihkan Rp.800.000/bulan x 12 bulan = 9.600.000 x 25 % (zakat), maka wajib zakatnya = Rp. 240.000/ tahun
Si B mendapatkan penghasilan Rp. 2.000.000 /bulan x 12 bulan = Rp 24.000.000 x 25 % (zakat) maka wajib zakatnya 600.000 / tahun
2. Dibayar setiap terima penghasilan / upah Misalnya :
Si A mendapatkan penghasilan Rp. 800.000 x 25% = Rp.20.000 / bulan
Si B mendapatkan penghasilan Rp. 2.000.000 x 25% = Rp. 50.000 / bulan wajib zakatnya