PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KURS RIIL JANGKA PANJANG

PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KURS RIIL JANGKA PANJANG

PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KURS RIIL JANGKA PANJANG

PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KURS RIIL JANGKA PANJANG
PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KURS RIIL JANGKA PANJANG

   Mudah dipahami bahwa jika kondisi PPP tidak ada, maka nilai-nilai jangka panjang dari kurs riil, seperti halnya harga-harga relative lainnya yang menyeimbangkan pasar, akan ditentukan oleh kondisi-konsdisi penawaran dan permintaan. Namun karena kurs riil selalu mengikuti perubahan harga relative antara komoditi acuan dari dua Negara, maka berbagai kondisi kedua Negara itu kompleks, dan k tidak perlu membahasnya secara panjang lebar. Focus kita adalah pada kedua kasus yang selain mudah juga dalam prakteknya penting untuk menjelaskan mengpa nilai-nilai jangka panjang kurs riil dapat berubah-ubah.

  1. Perubahan seimbang dalam total penawaran Amerika relative terhadap permintaan luar negeri. Andaikanlah pembelanjaan total masyarakat Amerika atas berbagai barang dan jasa mengalami kenaikan relative terhadap pembelanjaan masyarakat Jerman. Kita mengasumsikan perubahan pembelanjaan ini “seimbang” dalam arti bahwa setiap unit pembelanjaan atas masing-masing kategori output mengalami kenaikan secara proporsional dari tingkat pembelanjan semula. (Sebagai contoh, masyarakat Amerika menaikkan pembelanjaan mereka atas setiap jenis barang dan jasa sebesar 3% ) karena daya beli masyarakat Amerika sebagian besar adalah produk-produk buatan Amerika (demikian pula dengan pembelanjaan masyarakat Jerman yang sebagian besar tertuju pada produk-produk buatan negaranya sendiri), maka kenaikan seimbang pembelanjaan masyarakat Amerika secara relative terhadap pembelanjaan masyarakat Jerman akan mengakibatkan terciptanya kelebihan permintaan ralatif akan produk-produk Amerika pada kurs riil semula. Agar keseimbangan tercipta kembali, harga relative produk nontradable Amerika terhadap produk nontradable Jerman harus miningkat. Dengan meningkatnya harga produk secara besar-besaran, juga mengalami kenaikan relative terhadap produk tradable Jerman. Segenap perubahan ini membuat qS/DM atau harga relative komoditi baku Jerman terhadap harga komoditi Amerika, mengalami penurunan. Disini bisa kita simpulkan bahwa kenaikan relative keseimbangan dalam permintaan Amerika mentebabkan terjadinya apresiasi jangka panjang atas kurs riil dollar/DM. demikian pula, penurunan yang relative seimbang dalam permintaan Amerika menimbulkan depresiasi jangka panjang atas kurs riil dollar/DM.
  2. perubahan seimbang dalam penawaran relative output. Kini diumpamakan saja efisiensi produksi tenaga kerja dan modal Amerika naik secara seimbang, baik dalam sector tradable maupun nontradable. Karena masyarakat Amerika menggunakan sebagian kenaikan pendapatannya untuk membeli produk luar negeri, maka penawaran atas semua jenis barang dan jasa Amerika mengalami kenaikan relative terhadap permintaannya. Akibatnya terciptalah kelebihan penawaran relative atas output Amerika pada kurs. Ini menimbulkan kemerosotan harga relative berbagai produk Amerika, baik yang tradable maupun yang nontradable, yang pada gilirannya akan menyesuaikan tingkat penawaran tersebut, sehingga kelebihan tdi akan menyusut. Jadi, kenaikan seimbang relative output Amerika mengakibatkan kurs riil dollar/DM mengalami depresiasi dalam jangka panjang. Adapun kenaikan seimbang relative output Jerman mengakibatkankurs riil dollar/DM mengalami apresiasi dalam jangka panjang.

Sumber : https://sam-worthington.net/