Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori Keagenan (Agency Theory)
Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori keagenan dibangun sebagai upaya untuk memahami dan memecahkan masalah yang muncul manakala ada ketidaklengkapan informasi pada saat melakukan kontrak. Kontrak yang dimaksudkan disini adalah kontrak antara prinsipal (pemberi kerja, misalnya pemegang saham atau pimpinan perusahaan) dengan agen (penerima perintah, misalnya manajemen atau bawahan).

Teori keagenan meramal jika agen memiliki keunggulan informasi dibandingkan prinsipal dan kepentingan agen dan principal berbeda, maka akan terjadi principal-agent problem dimana agen akan melakukan tindakan yang menguntungkan dirinya namun merugikan prinsipal. Beban yang muncul karena tindakan manajemen tersebut menjadi agency costs. Baca juga: Kata Serapan

Pandangan teori keagenan tersebut pada hakekatnya dibangun dengan memperluas teori yang dibahas dalam karyakarya Coase, Berle, dan Means. Coase meletakkan landasan mengapa organisasi diperlukan.

Coase mengakui bahwa baik solusi dengan pasar ataukah dengan organisasi keduanya sama-sama memiliki konsekuensi biaya. Dalam konteks ini agency costs, adalah merupakan biaya (transaction cost atau lebih tepat lagi cost ef governance) yang terjadi manakala solusi organisasi adalah yang dipilih (untuk mendistribusikan barang dan jasa dalam masyarakat).