Pengelompokan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Pengelompokan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Pengelompokan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Pengelompokan Kegiatan Ekonomi Masyarakat
Pengelompokan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Setiap kegiatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, dinamakan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: produksi, distribusi dan konsumsi.

Produksi

Produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa.

Pelaku kegiatan produksi disebut produsen.

Contoh:

  1. Kapas diolah menjadi benang, benang menjadi kain.
  2. Ban mobil bekas dijadikan sandal atau pot bunga.

Distribusi

Distribusi adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen. Pelakunya disebut distributor.

Ada tiga jenis saluran distribusi, yaitu:

  1. Saluran distribusi langsung

Produsen –> Konsumen

Contoh: petani sayur menjual sayuran di pasar.

Coba Anda cari contoh lainnya!

  1. Saluran distribusi semi langsung

Produsen –> Perantara –> Konsumen

Contoh: Penerbit buku menjual bukunya melalui sales.

Bisakah Anda menyebutkan contoh yang lain?

  1. Saluran distribusi tidak langsung

Produsen –> Pedagang Besar –> Pedagang Kecil –> Pedagang Eceran –> Konsumen.

Contoh: Pabrik televisi menjual televisi kepada konsumen melalui pedagang barang elektronik yang mengambil/membeli dari agen atau perwakilan dagang pabrik televisi tersebut.

Konsumsi

Konsumsi ialah kegiatan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang/jasa. Pelaku kegiatan konsumsi dinamakan konsumen.

Contoh:

  1. Menghabiskan nilai guna, seperti makan dan minum.
  2. Mengurangi nilai guna, seperti memakai pakaian.

Ketiga kegiatan ekonomi masyarakat di atas bukan merupakan kegiatan yang terpisah-pisah. Artinya masing-masing saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Bisakah Anda memberikan alasannya? Sudah pasti Anda akan menjawab: Konsumen tidak bisa melakukan konsumsi bila barang yang dibutuhkannya tidak didistribusikan distributor. Sebaliknya distributor tidak bisa menyalurkan barang/jasa bila produsen tidak memproduksi barang/jasa. Dan produsen tidak akan memproduksi barang/jasa bila konsumen tidak mau menggunakannya.

Contoh nyata, kita tidak mungkin bisa memakai sepatu bila tidak ada perusahaan yang memproduksinya dan tidak ada pedagang yang menjualnya. Sebaliknya perusahaan tidak akan memproduksi sepatu bila tidak ada konsumen yang akan menggunakannya. Begitupun pedagang yang bertindak sebagai distributor tidak akan bisa menjual sepatu bila tidak ada produsen/perusahaan sepatu atau tidak ada konsumennya.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html