Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk
Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Garuda Indonesia menggunakan pesawat terbang jet pada seluruh armadanya pada tahun 1977, dengan digantinya pesawat terbang Fokker Friendship F-27 turboprop dengan jet kembar Fokker Fellowship F-28 MK-3000. Armada Garuda terdiri dari empat pesawat terbang bertubuh lebar Douglas DC-10, tiga Douglas DC-8, delapan belas Douglas DC-9, dan tigapuluh dua Fokker F-28. Armada yang semuanya terdiri dari pesawat jet memungkinkan Garuda Indonesia menawarkan tingkat baru kenyamanan dan keandalah di seluruh Indonesia dan sekitarnya.

Pada tahun 1980, pesawat jet jumbo Boeing B747-200 pertama kali dikirimkan. Di tahun 1984, armada Garuda terdiri dari 4 pesawat Boeing 747-200, 6 pesawat Douglas DC-10, 9 pesawat Airbus A300-B4 (Forward Facing Crew Cockpit), 24 pesawat Douglas DC-9, dan 36 pesawat Fokker Fellowship F-28.

Tepat tanggal 21 Januari 1982, Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan pesawat Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit)

dengan menggunakan dek penerbangan analog dua-orang (two-man analog flight deck) yang dirancang khusus, cikal bakal kokpit dengan dua kaca telah digunakan pada semua pesawat modern di zaman ini. Pada tahun 1985, Pusat Pemeliharaan Fasilitas Garuda di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pusat Pelatihan Garuda di Jakarta Barat dibangun.

Pada bulan Agustus 2009, Garuda Indonesia mulai menerima pengiriman 50 pesawat Boeing B737-800NG (Next Generation) untuk memenuhi tuntutan masa depan di industri perjalanan yang terus berubah.

Di tahun 2011, Garuda Indonesia akan menerima pengiriman 10 pesawat Boeing B777-300 ER (Extended Range) pertama, yang dapat menerbangkan 365 penumpang (tipe tiga kursi) dengan perjalanan 14.685 km tanpa henti.

Sejarah Garuda Indonesia Training Center (GITC)

PT Garuda Indonesia sejak berdiri pada awal tahun 50-an dimaksudkan untuk mendidik dan melatih sendiri seluruh pegawai pada bagian :

  1. Training Flight Deck Personel (OT) dari Dinas Operasi Penerbangan (OZ)
  2. Maintenance Training (MT) dari Dinas Teknik (MZ)
  3. Bagian Pendidikan dan Pelatihan Umum (IT) dari Biro Personalia

Tahun 1952, dibentuklah General Service di mana bagian pendidikan masuk didalamnya dengan nama Vocational Training Department, bagian lainnya adalah Personnel Dept., Catering Dept., dan Legal Dept.

Kemudian tahun 1954 Personnel Department mengelola Pendidikan dan A.J. de Smet ditunjuk sebagai kepala Urusan Pendidikan, bertempat di Gunung Sahari no. 52. Ruang-ruang kelas berjajar, yang jumlahnya sebanyak lima buah dan terletak di gwding yang tidak jauh dari kantor, yaitu di Jalan Angkasa – Kemayoran, dekat Airport.  Selanjutnya pada 1 Agustus 1960 urusan pendidikan berubah namanya menjadi Bagian Pendidikan dan masih bernaung di bawah Dinas Kepegawaian, bersamaan dengan itu, Pimpinan garuda menunjuk Sjahrul tamala sebagai kepala bagian pendidikan menggantikan A.J. de Smet yang telah selesai masa tugasnya.

Lalu, di tahun 1960 terjadi perubahan organisasi perusahaan, dimana Bagian Pendidikan yang semula berada dalam naungan Dinas Kepegawaian berdiri sejajar di bawah Dinas Umum. Tanggal 18 Oktober 1960, M.D. Tresna Wiriamihardja, semula Station Manager Garuda Kemayoran, diangkat menjadi Kepala Bagian Pendidikan menggantikan Sjahrul Tamala yang kembali ke pos semula Dinas Operasi Darat. Dalam masa pimpinan beliau, ruang kelas yang semula hanya ada lima buah, ditambah jumlahnya menjadi 20 ruang kelas.

Pada tanggal 1 Juli 1962, jabatan Kepala Bagian Pendidikan beralih dari M.D. Tresna Wiriamihardja kepada Drs. Soemarmo

Kemudian pada tanggal 1 Juanuari 1966 G.S. Joewono, pejabat senior di Bagian pendidikan Garuda, diangkat menjadi Kepala Bagian Pendidikan menggantikan Drs. Soemarmo.  Sementara itu di tahun 1966 kantor bagian Pendidikan pindah dari jalan Gunung Sahari No. 52 ke jalan Patrice Lumumba (sekarang jalan Angkasa) Kemayoran, menempati Link Training. Dengan demikian maka gedung kantor dan kelas berada dalam satu kawasan. Kantor lama dijadikan Mess Gunung Sahari untuk para Trainers.

Baca juga artikel: