Teknik Percobaan

Teknik Percobaan

Teknik Percobaan

Teknik Percobaan
Teknik Percobaan

Pengambilan Darah

Pada sapi dan kerbau sampel darah tunggal mudah diambil dari vena jugularis dengan menggunakan jarum ukuran 18 yang tajam dan steril, dan spet. Sampel lebih banyak dapat diperoleh dengan menggunakan jarum ukuran 14 dengan sambungan pipa plastik seperti di­uraikan pada pengambilan darah domba dan kambing. Jika diperlukan pengambilan darah berulang, sapi dan kerbau sangat toleran terhadap pengambilan darah melalui vena jugularis dengan kateter. Vena ventralis di pangkal ekor kadang-kadang juga digunakan untuk mengambil darah 10-20 ml. Persiapan yang harus diperhatikan jika mengambil darah jauh dari laboratorium telah diuraikan pada bab sebelumnya.

 

Fistula Rumen

Prosedur ini juga digunakan dalam penelitian gizi pada sapi dan kerbau, adapun cara membuat fistula rumen telah diuraikan pada bab sebelumnya.

 

Sampel Air Seni

Jika diperlukan, sampel air seni dapat dikumpulkan waktu kencing secara alami. Kebanyakan betina akan kencing jika perineum ditepuk dengan jari. Pada betina sampel berkesambungan dapat diperoleh dengan menggunakan kateter kandung kencing temporer.

Anestesi

Bedah percobaan biasanya dilakukan pada sapi dan kerbau untuk mempelajari fisiologi rumen atau uterus. Pedet kadang-kadang diguna­kan untuk menyempurnakan cara bedah jantung terbuka, dan penggunaan proses sintetik. Untuk prosedur sederhana, lebih baik digunakan

Analgesika lokal atau blok analgesi (lihat di bawah). Untuk prosedur semacam itu, hewan biasanya tetap dalam keadaan berdiri dan ini sangat mengurangi atau mencegah terjadinya timpani rumen. Informasi terinci tentang berbagai cara anestesi pada sapi diberikan oleh Green (1982). Sebagai suatu generalisasi, kerbau dapat dianggap mempunyai respon scrupa dengan sapi.

Sebelum operasi, hewan dewasa harus dipuasakan selama 24 jam dan tidak diberi minum selama kurang lebih 10 jam terakhir. Urtuk umur kurang dari 6 minggu dapat dipuasakan dalam 6 jam tetapi boleh minum air.

Xilazin adalah obat yang cocok untuk menenangkan hewan dewasa sebelum anestesi lokal atau umum. Dosisnya adalah 0,05 mm/Kg I.M. Ascpromazin juga dapat digunakan untuk hewan dewasa dan ini adalah obat pilihan untuk menenangkan pedet di bawah umur 3 bulan. Dosis asepromazin adalah 0,1 mg/Kgl.M.

Anestesi lokal dapat dihasilkan dengan blok infiltrasi lokal, para-vertebral, atau analgesi kaudal epidural. Dapat digunakan larutan lig-nokam 2% yang mengandung 1:100.000 adrenalin, dan ini dapat di-encerkan menjadi larutan 0,5—1,0%. Infiltrasi lokal cocok untuk bedah permukaan dan bentuk L dibalik dapat digunakan untuk laparotomi asal setiap lapisan otot dan peritoneum telah diinfiltrasi dengan aneste-tika. Digunakan jarum ukuran 16 dan 1 ml lignokain diinfiltrasikan untuk tiap cm jaringan bawah kulit atau otot yang menyilang.

 

Blok paravertebral dilakukan dengan cara serupa dengan prosedur yang digunakan pada domba dan kambing

tetapi digunakan lignokain 2% lebih banyak. Disuntikkan 5 ml di dua tempat dekat processus transversus vertebrae LI, L2 dan L3. Seluruhnya digunakan 6 x 5 ml lignckain untuk mengeblok satu sisi hewan. Tempat suntikan untuk LI kira-kira 5 cm dari garis tengah, tepat di muka tepi depan processus transversus. Untuk L2 kira-kira 6 cm dari garis tengah dan untuk L3 kira-kira 8 cm dari garis tengah. Suntikan pertama di tiap tempat dila­kukan setinggi batas depan processus, dan suntikan kedua kira-kira 0,5 cm lebih dalam dari yang pertama. Processus transversus kadang-kadang sukar ditentukan tempatnya pada hewan gemuk dan sangat berat.

Analgesi epidural caudal adalah teknik yang bermanfaat dan banyaknya lignokain 2% yang disuntikkan tergantung pada luas bagian belakang badan yang akan didesensitisasi. Suntikan dilakukan ke da­lam celah iniercoccygae pertama. Celah ini mudah diraba dari sisi atas dengan menaikkan dan menurunkan ekor. Tempat suntikan dicukur, digosok dan didisinfeksi. Jarum 7,5 cm ukuran 18 diusulkan. Ligno­kain 2% sebanyak 5 ml cukup untuk hewan dengan berat badan sampai kira-kira 350 Kg dan 10 ml digunakan untuk hewan besar. Analgesi maksitnum timbul sesudah 10-20 menit dan berlangsung selama 60-90 menit. Suntikan lignokain Iebih banyak akan menimbulkan blok depan dengan kelumpuhan kaki belakang. Penggunaan blok depan berbahaya dan Green (1982) menguraikan risiko ini secara terinci.

Jika digunakan anestesi umum, Green (1982) menganjurkan usaha pencegahan sebagai berikut:

  1. Selalu masukkancuffed endotracheal tube segera anestesi terinduk
    si.
  2. Selalu masukkan pipa lambung untuk mengeluarkan gas terus mene-
    rus dari lambung dan selalu sedia trokard dan kanul untuk keadaan
    darurat karena timpani.
  3. Letakkan hewanpada posisi bagian belakang Iebih rendah dari
    leher sehingga alat dalam bergeser menjauhi diafragma.
  4. Miringkan kepala ke arah bawah sehingga ludah dan cairan rumen
    dapat menetes dari mulut.
  5. Hindarkan hewan terlentang pada punggungnya untuk jangka lama
    karena bagian paru-paru yang berada di bawah menjadi udematus
    dan teriadi stagnasi.
  6. Terapi cairan secara intra vena dengan larutan Hartmann sebanyak
    1 liter/jam dan Natrium bikarbonat 200 mg/Kg/jam harus diberikan
    pada anestesi yang lama untuk mengimbangi hilangnya ion bikar­
    bonat dalam ludah dan mencegah kemungkinan timbulnya asidosis
    Pipa endotrakeal harus diberi pelicin.Untuk dewasa, digunakan pipa dengan diameter bagian luar 24-28 mm, pipa 12-16 mm digu­nakan untuk pedet.

Tiopenton dan pentobarbiton tidak boleh dipakai oada pedet umur di bawah 2 bulan karena waktu pulihnya lama. Pada dewasa, tiopenton dipakai sebagai suntikan cepat l.V. dengan dosis 12 mg/ Kg dari larutan 10%. Pentobarbiton diberikan secara lambat dengan dosis 25 mg/Kg l.V. Anestesi untuk bedah dicapai sesudah 3-5 menit Anestesi yang ditimbulkan oleh tiopenton berlangsung kira-kira 5 menit dengan kepulihan penuh sesudah kira-kira 40 menit. Pentobarbiton menghasilkan anestesi yang berlangsung kurang Iebih 45 menit dan pulih kembali kuurang Iebih 4 jam.

 

Sumber : https://nashatakram.net/tata-cara-penulisan-unsur-serapan/