WALHI Jabar: Batalkan Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

WALHI Jabar Batalkan Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

WALHI Jabar: Batalkan Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

WALHI Jabar Batalkan Pembangunan Pelabuhan Cilamaya
WALHI Jabar Batalkan Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

BANDUNG- (6/3) –  Rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya

yang akan dibangun di kecamatan Cilamaya dan sebagian kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang merupakan bagian dari proyek Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dari releasenya, WALHI Jabar menilai walaupun rencana pembangunan pelabuhan bergeser ke arah barat karena berada di blok migas pantai utara, pembangunan pelabuhan ini tetap akan mengancam ekosistem pesisir utara Karawang yang indah dan akan berdampak bagi kehidupan nelayan setempat.

Dadan Ramdan Direktur Walhi Jawa Barat mengatakan bukan hanya

dibangun diarea blok migas, dari aspek lingkungan hidup, pelabuhan yang akan dibangun di desa dan pantai Ciparage seluas 250 Ha, dengan panjang pelabuhan sekitar 1, 25 Km dengan reklamasi pantai mencapai 140 Ha dipastikan akan merusak kelestarian pantai Ciparage yang saat ini menjadi tempat wisata warga di pantai utara Karawang. Bukan itu saja, reklamasi yang akan dilakukan akan menimbun pantai dan ekosistemnya termasuk merusak terumbu karang  yang seharusnya dijaga dan dilestarikan.

Dari aspek ekonomi, jelas dengan pembangunan pelabuhan berskala

internasional ini, akan berdampak secara ekonomi kepada kaum nelayan setempat. Seperti yang dijelaskan oleh Fajar Sidik Pengurus KUD Mina Cilamaya, pelabuhan besar ini akan mengurangi area tangkapan nelayan karena lalu lintas kapal-kapal besar, sehingga mengurangi tangkapan ikan para nelayan Karawang yang mencapai 12.000 oran, Kata Dadan Ramdan. Bahkan bukan hanya dampak lingkungan hidup dan ekonomi saja yang akan terjadi, dampak sosial pun akan muncul, bahkan sebelum proses pembangunan sangat dimungkinkan konflik sosial dan lahan  warga akan terjadi. (Pun)

 

Baca Juga :