Beberapa Masalah Penting Seputar yang Mmbatalkan Wudhu

Beberapa Masalah Penting Seputar yang Mmbatalkan Wudhu

Beberapa Masalah Penting Seputar yang Mmbatalkan Wudhu

Beberapa Masalah Penting Seputar yang Mmbatalkan Wudhu
Beberapa Masalah Penting Seputar yang Mmbatalkan Wudhu

Perkara Yang Diperselisihkan

Ada perkara-perkara yang diperselisihkan oleh para ‘ulama; apakah membatalkan wudhu atau tidak? Yaitu menyentuh kemaluan, menyentuh perempuan dengan syahwat, memandikan mayat dan murtad dari Islam.

Sebagian ulama ada yang mengatakan : Bahwa hal-hal ini membatalkan wudhu. Sebagian lain berpendapat: tidak membatalkan wudhu. Permasalahan tersebut adalah tempat untuk dipelajari dan ijtihad. Namun apabila berwudhu dari semua ini sebagai bentuk keluar dari perbedaan pendapat, maka itu adalah lebih baik.

Ragu-Ragu

Masih tersisa satu masalah penting terkait dengan pembahasan ini, yaitu orang yang yakin telah  bersuci, kemudian ragu tentang terjadinya salah satu pembatal dari pembatal-pembatal wudhu, apa yang harus dia kerjakan?

Maka, untuk menjawab masalah ini, ada kaedah penting yang harus kita pegang berdasarkan hadits dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah  bersabda :

إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِيْ بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخْرَجَ مِنْهُ شَيْئٌ أَمْ لَا, فَلَا يَخْرُجْ مِنَ الْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيْحًا

Artinya : “Apabila salah seorang dari kalian mendapati sesuatu di dalam perutnya, lalu ragu apakah keluar sesuatu dari padanya atau tidak; maka jangan keluar dari masjid (membatalkan shalatnya), sampai mendengar suara atau mendapati angin.” (HR. Muslim no. 803)

Hadits yang mulia ini dan juga yang semakna dengannya menunjukkan bahwa seorang muslim apabila yakin telah bersuci dan ragu tentang batalnya, maka dia  tetap di atas kesuciannya. Karena itu adalah hukum asalnya. Dan karena suci itu adalah yang diyakini, sedangkan terjadinya pembatal adalah diragukan. Adapun jika ragu apakah sudah wudhu atau belum, maka dikembalikan kepada asalnya yakni belum wudhu. Dan keyakinan ini tidak bisa hilang dengan keraguan.

Ini adalah kaidah yang agung dan umum bagi segala hal; bahwa dia berada pada asalnya hingga dia yakin akan kebalikannya. Demikian pula sebaliknya; apabila dia yang yakin berhadats dan ragu tentang thaharah, maka dia harus berwudhu; karena asalnya adalah tetap adanya hadats. Maka tidak bisa hilang dengan keraguan.

Selalu MMenjaga Thoharoh

SAUDARAKU MUSLIM :

Wajib bagi anda selalu menjaga thaharah untuk shalat dan perhatian dengannya; karena shalat tidak sah tanpa bersuci. Sebagaimana pula wajib bagi Anda untuk selalu berhati-hati dari sikap was-was dan berkuasanya setan pada diri Anda; yaitu dengan memberikan angan-angan tentang batalnya thaharah Anda dan memberikan kerancuan. Maka mintalah perlindungan kepada Allah Ta’ala dari gangguan/kejahatan setan dan jangan pedulikan bisikan-bisikannya.

Tentang Masalah yang Musykil

Bertanyalah kepada ahli ilmu tentang masalah yang musykil (menjadi kesulitan) bagi Anda tentang masalah-masalah thaharah, agar selalu berada diatas ilmu tentang urusan Anda. Karena Allah Ta’ala berfirman,

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. (QS. Al-Baqarah: 222)

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua terhadap ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih.

Sumber : https://www.dutadakwah.co.id/tata-cara-sholat-tahajud-niat-doa-dan-keutamaan-lengkap/