Tangani Pencemaran Sungai Akan Ditiru Bengkulu

Tangani Pencemaran Sungai Akan Ditiru Bengkulu

Tangani Pencemaran Sungai Akan Ditiru Bengkulu

Tangani Pencemaran Sungai Akan Ditiru Bengkulu
Tangani Pencemaran Sungai Akan Ditiru Bengkulu

BANDUNG-Program Citarum Berstari atau Gerakan Citarum Bestari

, program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani pencemaran Sungai Citarum akan ditiru oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mengatasi sungai di provinsi tersebut yang tingkat pencemarannya saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu dengan Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (7/4).

Rombongan Komisi III DPRD Bengkulu yang berjumlah 10 orang itu, dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Herizal Apriansyah, S.Sos, diterima oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs.H. Daddy Rohanady dan Sekretaris Komisi IV Nia Purnakania, SH, Mkn.

“Kami di Provinsi Bengkulu saat ini sedang disibukkan berkenaan

dengan pencemaran daerah aliran sungai. Di Provinsi kami aliran sungai-sungai rata-rata sudah tercemar oleh limbah pabrik batubara, sehingga airnya berdasarkan hasil penelitian sudah termasuk pencemaran berat, tidak layak digunakan, padahal air sungai tersebut dijadikan sumber air PDAM. Kami memutuskan untuk mempelajari cara Jabar dalam menangani pencemaran sungai untuk dijadikan bahan bagi kami dalam menangani pencemaran air sungai,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Bengkulu, Herizal Apriansyah dalam pertemuan tersebut.

Herizal Apriansyah mengatakan, selama ini pihaknya berkoar-koar supaya sungai itu bersih, tapi programnya tidak disiapkan, anggarannya tidak dianggarkan.

“Anggaran Pemprov Jabar dalam penanganan sungai ternyata cukup besar. Program-programnya cukup spesifik. Ini sebagai bahan untuk penanganan sungai di Bengkulu,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs.H. Daddy Rohanady

menjelaskan, di Provinsi Jawa Barat, terdapat sungai paling kotor di dunia, yaitu Sungai Citarum, sungai terbesar di Jawa Barat. Dalam penanganan sungai tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam dua, tiga tahun belakangan ini memiliki program unggulan yang digagas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yaitu Program Citarum Bestari atau Gerakan Citarum Bestari yang dilakukan secara bertahap. Dari kilometrer 0 sampai kilometer 20 di tahun pertama, tahun kedua bergeser dari kilometer 21 sampai 40 dan seterusnya.

“Gerakan Citarum Bestari ini merupakan aksi multipihak. Di tahun 2014 anggarannya kurang lebih Rp 56 Milyar, tahun 2015 menjadi di atas seratus milyar dari APBD Provinsi. Spesifik memang dalam penanganan Citarum ini. APBN menggelontorkan sejak tahun 2011 tidak kurang dari Rp 1 trilyun,” katanya.

Penanganan Citarum ini, kata Daddy, sebenarnya berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai atau kewenangan Pusat di bawah Kemenpupera. Tapi, penanganan Citarum oleh pusat dengan menggelontorkan Rp 1 trilyun, hasilnya kurang dirasakan oleh masyarakat, karena Citarum tetap airnya masih bau dan kotor. Maka Gubernur menggagas Program Citarum Bestari.

Sekretaris Komisi IV DPRD Jawa Barat, Nia Purnakania menambahkan, banyak program yang telah dilakukan terkait penanganan sungai Citarum, diantaranya Gerakan Citarum Bestari. Kemudian di BPLHD Provinsi Jabar juga ada program untuk penanggulangan Citarum, khusus untuk daerah aliran sungainya, yaitu program Ecovillage.

“Program ini lebih kepada pencegahannya, lebih kepada memberikan pembinaan kesadaran kepada masyarakat sekitar daerah sungai untuk tidak membuang sampah atau kotoran dan lain sebagainya ke sungai,” katanya.

Hasil Ecovillage, jelas Nia, ada kajian-kajian yang akan disalurkan kepada SKPD terkait untuk ditindaklanjuti, misalnya dalam penanganan sungai tersebut butuh motor sampah, butuh mesin pengolahan sampah dan lan sebagainya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148437039/struktur-kulit-dan-fungsinya/