PERCOBAAN DAN KERJASAMA MELAKUKAN JARIMAH

PERCOBAAN DAN KERJASAMA MELAKUKAN JARIMAH

PERCOBAAN DAN KERJASAMA MELAKUKAN JARIMAH

PERCOBAAN DAN KERJASAMA MELAKUKAN JARIMAH
PERCOBAAN DAN KERJASAMA MELAKUKAN JARIMAH

1. Percobaan

Percobaan melakukan jarimah maksudnya yaitu melakukan perbuatan jarimah blm dikerjakan dengan sempurna, dalam hukum pidana islam Percobaan Melakukan Jarimah tdk dikenal secara khusus, namun dpt digolongkan pd jarimah ghairu tammah.
Dalam hukum Pidana Islam : jarimah hudud, qisas diyat, harus dilakukan dg sempurna, jika tdk maka ta’zir. Hadis nabi : “Barang siapa yg mmberikan hkman han bukan terhadap jarimah had, maka dia digolongkan orang2 yg melewati batas”.
Sehingga demikian percobaan pencurian tdk boleh disamakan pencurian dan sebagainya.

2. Kerjasama

Kerjasama melakukan jarimah maksudnya pelaku bersama-sama melakukan jarimah. Dalam bentuk ini tiap-tiap pelaku masing-masing memberikan andilnya dlm melakukan jarimah.

Kerja sama jarimah ada 2

Para juris islam mengklasifikasi kerjasam melakukan jarimah menjdi dua yaitu

a. Sekutu berbuat jarimah secara langsung ( كيرش رشابم ): yaitu pelaku bersama-sama denga orang lainaktif melakukan jarimah atau kawan nyata dlm melakukan jarimah. Ini ada 2 :
1) Secara kebetulan (قفاوت), tdk ada kesepakatan seblmnya. Seperti yg terjadi dlm kerusuhan, perkelahian, atau demonstasi masal.
2) secara berencana (ؤلامت).Para fuqaha mmbedakan tanggung jawab pelaku jarimah dari kedua kerjasama tersebut. Pertanggungjwban pelaku kebetulan dan berencana :
a) Menurut abu hanifah : sanksinya sama / dibebankan pada setiap masing-masing sesuai dg perbuatannya. Contoh : dipersalahkan karena menyekap, menganiaya, mmbunuh, dll. Sesuai perbuatannya.
b) Jumhur ulama’ : kebetulan : masing-masing bertanggung jawab terhadap perbuatan pidana yg dilakukan. berencana : semua pelaku pidana sama, jika korban meninggal, maka semuanya dikenakan hukuman mati (qishas).
c) Sekutu berbuat jarimah secara tidak langsung ( كيرش ببستم ): kawan berbuat secara tidak nyata. Tapi menjadi factor penyebab adanya jarimah,. Misalanya menghasut, memberi bantuan atau juga member janji tertentu.

PEMBUKTIAN PELAKSANAAN JARIMAH (QISASH DAN DIYAT)

Alat-alat bukti dalam menetapkan sebuah kejahatan yang mengakibatkan qishas atau diyat adalah sebagai berikut:
1. Pengakuan (رارقلإا): syarat dalam pengakuan bagi kasus pidana yang akan berakibatkan kisas atau diyat adalah harus jelas dan terperinci. Tidak sah pengakuan yang umum dan masih terdapat syubhat.
2. Persaksian (ةداهشلا): Dalam kasus pidana selain zina (4 orang saksi lelaki adil), syarat minimal adalah 2 orang saksi lelaki yang adil.
3. Qarinah: Segala tanda-tanda yang zahir yang bersamaan dengan sesuatu yang masih samar, maka tanda itu menunjukkan kepada itu.
4. Menarik diri dari Bersumpah ( لوكنلا نع نيميلا ): Ketika terdakwa menarik diri (mengelak) dari bersumpah yang diajukan kepada terdakwa melalui hakim (menurut mazhab Hanafiyah)
5. Al-Qasamah: Sebuah sumpah yang diulang-ulang bagi kasus pidana pembunuhan. Ia dilakukan 50 kali sumpah dari 50 lelaki.

Baca Juga: