Sejarah Olahraga Sumo

Sejarah Olahraga Sumo

Sejarah Olahraga Sumo

Sejarah Olahraga Sumo
Sejarah Olahraga Sumo

Sobat, pernah melihat orang-orang dengan badan besar melakukan pergulatan. Kedua orang tersebut saling dorong hingga jatuh atau keluar dari lingkaran. Pasti Sobat bisa langsung menebak olahraga yang satu ini. Ya Sumo merupakan salah satu olahraga yang mengandalkan kegemukan tubuh. Tradisi sumo juga dikenal sebagai kokugi yang mempunyai arti “olahraga nasional” dari Jepang.

Katanya semakin besar badan seorang pesumo, maka kemungkinan akan menang juga akan semakin besar. Atlet sumo yang rata-rata memiliki berat badan sekitar 150 hingga 270 kg dengan tinggi badan bisa mencapai 2 meter Berikut ini akan dibahas tentang bagaimana Sejarah Olahraga Sumo.

Olahraga Sumo berasal dari Jepang dan telah mengakar sejak tahun 1.500-an pada zaman kekaisaran Jepan

Dahulu Sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Tradisi ini  merupakan simbol kepahlawanan dan juga keagamaan.

Tepatnya pada abad ke-16, penguasa Jepang yang bernama Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Pada masa Oda Nobunaga, Pesumo masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Kini, kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen.

Sumo yang ada saat ini, berbeda dengan Sumo yang ada pada zaman dahulu

Pesumo zaman dahulu bertarung sampai mati karena masih sedikitnya peraturan yang mengatur tentang olahraga ini. Kalau sekarang,  sumo profesional diatur oleh Asosiasi Sumo Jepang (Nihon Sumō Kyōkai). Anggota asosiasi terdiri dari Oyakata yang semuanya merupakan mantan pegulat sumo. Oyakata adalah pimpinan pusat latihan (heya) tempat bernaung para pegulat sumo profesional.

Peraturan asosiasi menetapkan bahwa perekrutan calon dan pelatihan pegulat sumo hanya berhak dilakukan oleh Oyakata. Di Jepang saat ini terdapat sekitar 54 pusat latihan sumo (heya) tempat bernaung sekitar 700 pegulat sumo.

Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala. Pertandingan sumo selalu didahului oleh ritual yang panjang, walaupun pertandingannya sendiri sering hanya berlangsung beberapa detik.

Pertunjukan hiburan yang menampilkan pertandingan pegulat sumo profesional sudah dimulai sejak zaman Edo. Pegulat sumo pada masa itu konon berasal dari samurai atau ronin yang membutuhkan sumber penghasilan alternatif.

Turnamen sumo profesional hanya diselenggarakan di Jepang walaupun pegulat sumo profesional sebagian besar berasal dari luar negeri. Takamiyama, Konishiki dan Akebono adalah nama tiga orang pegulat sumo profesional kelahiran Hawaii yang sukses di Jepang. Takamiyama adalah orang asing pertama yang berhasil menjadi juara divisi paling atas pada awal tahun 1970-an. Jejak Takamiyama diikuti oleh Konishiki yang berhasil memenangkan divisi paling atas dalam 3 kali turnamen. Konishiki merupakan orang asing pertama yang berhasil mencapai peringkat Ozeki. Pada tahun 1993, Akebono adalah orang asing pertama dalam sejarah sumo yang berhasil menjadi Yokuzuna.

Pegulat sumo profesional harus berjenis kelamin laki-laki berdasarkan tradisi turun temurun sejak berabad-abad yang lalu

Peraturan asosiasi sumo yang sering menjadi kontroversi adalah peraturan yang tidak mengizinkan wanita naik ke atas dohyō karena dikuatirkan bisa mengotori dohyō yang dianggap suci. Berdasarkan peraturan ini, Fusae Ota sewaktu menjadi Gubernur Prefektur Osaka tidak dibolehkan naik ke atas dohyō karena ia seorang wanita. Hadiah dari Gubernur Osaka untuk pemenang turnamen sumo di Osaka diserahkan oleh pria yang diutus dari kantor gubernur.

Setiap turnamen selalu dimulai pada hari Minggu yang berlangsung selama 15 hari dan ditutup juga pada hari Minggu. Pengecualian jadwal turnamen pernah terjadi ketika Kaisar Hirohito wafat pada hari Sabtu, 7 Januari 1989, satu hari sebelum dimulainya turnamen bulan Januari. Turnamen kemudian dijadwal ulang, dimulai dan berakhir pada hari Senin.

Sementara itu, turnamen amatir sering diselenggarakan di Jepang untuk pegulat sumo amatir dari sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Pertandingan pada tingkat amatir tidak menggunakan segala macam ritual seperti pertandingan sumo profesional. Pegulat sumo amatir yang ingin menjadi pegulat sumo profesional diharuskan berusia muda (23 tahun ke bawah).

Nah Sobat demikian artikel tentang Sejarah Olahraga Sumo. Perlu diketahui juga bahwa Sumo bukan merupakan olahraga yang dipertandingkan di dalam Olimpiade. Namun International Sumo Federation sedang berusaha memasyarakatkan sumo ke seluruh dunia dengan mengadakan turnamen sumo amatir dengan pembagian kelas menurut berat badan.

Baca juga artikel: