Tata krama, adab berpakaian dalam islam, fungsi pakaian dan batasan aurat

Tata krama, adab berpakaian dalam islam, fungsi pakaian dan batasan aurat

Tata krama, adab berpakaian dalam islam, fungsi pakaian dan batasan aurat

Tata krama, adab berpakaian dalam islam, fungsi pakaian dan batasan aurat
Tata krama, adab berpakaian dalam islam, fungsi pakaian dan batasan aurat

Berpakaian dan berhias merupakan aktivitas yang saling melEngkapi. Orang Yang berpakaian tanpa berhias dengan baik maka penampilannya tidak menarik dan bahkan akan menjadi perhatian negative di masyarakat dan apabila berhias berlebihan akan menimbulkan tindakan yang negatif pula.

Tata krama, adab berpakaian dalam islam, fungsi pakaian dan batasan aurat

Apakah pakaian kita sudah syar’i?
Dengan demikian islam mengajarkan kepada umatnya untuk berpakan dan berhias secara wajar dalam tidak berlebihan-lebihan hal ini seperti yang di dejelaskan allah swt dalah surah:

Surah al-kahfi ayat 7

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

Surah Al-a’raf ayat 26

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Dari surah al-raf ayat 26 di atas maka dapat kita simpulkan bahwa fungsi dari pakaian antara lain

#. Sebagai penutup aurat
Islam mewajibkan kepada umatnya untuk menutup aurat sebagaimana yang diterangkan dalam ayat-ayat nya .

Aurat seorang laki laki dewasa adalah antara pusat dan lutut
wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan

Selain itu islam juga melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga membentuk tubuhnya yang asli).

Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat) telah di penuh , namun apabila pakaian tersebut di buat secara ketat dan sempit maka hal ini itu dilarang oleh islam

#Untuk menjaga kesehatan
Berpakaian dalam islam salah satu fungsinya adalah untuk menjaga kesehatan. Yang di maksud di sini adalah agar terhindar dari kedinginanan , sinar matahari maupun hal-hal lain yang dapat membahayakan kesehatan

#untuk keindahan
berpakaian yang islami akan membuat seseorang semakin terlihat rapi dan indah

#fungsi takwa
Salah satu ciri-ciri manusia yang bertakwa adalah yang berpakaian yang sesuai dengan ajaran isalam yakni yang mentup aurat

#fungsi penunjuk identitas
Identitas yang di maksudkan adalah disini identitas untuk mudah di kenali sebagai seorang muslim.

Syaikh Muhammad nashiruddin Al-Albani dalam bukunya “jilbab Al-musliminah fi Al-kitabi was sunnati” mengharuskan delapan sayarat pakaian muslim dan muslimah , yaitu

#menutup seluruh badan selain yang di kecualikan

#bukan berfungsi sebagai perhiasan

#kainya harus tebal dan tidak tipis (HR. Abu Daud)

#harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya

#tidak di beri wewangi-wangian atau parfum bagi wanita

#tidak menyerupai laki-laki atau sebaliknya

#tidak menyerupai pakaian kafir

#bukan libas syurah (pakaian popularitas / meraih gengsi di tengah orang banyak)

Fungsi Pakaian

Fungsi dan kegunaan busana bagi manusia secara eksplisit dinyatakan dalam al-qur’an surah ke-7 : 26 , yaitu untuk menutup aurat dan keindahan yang keduanya akan melahirkan libsasu-taqwa, pakaian dan busana ketakwaan.

Dikaitkan fungsi busana dan ketakwaan pada ayat ini, menunjukan bahwa antara keduanya (busana dan ketakwaan) merupakan sesuatu yang tidak bisa di pisahkan , yang satu menunjukkan yang lainnya.

Said hawwa di dalam Al-Asaasu fi At-tasir (jilid IV hal. 1883) mengumukakan pendapat sayid quthub yang menyatakan bahwa ketakwaan itu menutup aurat hati lalu memperindahnya, sedangkan busana menutup aurat jasmani lalu memperindahnya. Keduanya berkaitan erat dan saling melengkapi jika seseorang telah bertakwa kapada allah SWT, maka pasti akan merasa malu membuka aurat jasmaninya. Sebaliknya orang yang tidak bertakwa sama sekali tidak merasa malu dan tidak merasa risih dalam memperlihatkan aurat jasmaninya. Padahal sesungguhnya rasa malu itu , menurut ajaran islam bagian dari iman.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan tata karma berpakaian dalam islam, dan batasan-batasan aurat perempuan dan laki-laki, semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: