Daulah Umayyah di Andalusia

Daulah Umayyah di Andalusia

Daulah Umayyah di Andalusia

Daulah Umayyah di Andalusia
Daulah Umayyah di Andalusia

Kekuasaan Bani Umayyah

di Damaskus berakhir pada tahun 750 M, kekhalifahan pindah ke tangan Bani Abbasiyah. Namun, salah satu penerus Bani Umayyah yang bernama Abdurrahman ad-Dakhil dapat meloloskan diri pada tahun 755 M. Ia dapat lolos dari kejaran pasukan Bani Abbasiyah dan masuk ke Andalusia (Spanyol). Di Spanyol sebagian besar umat Islam di sana masih setia dengan Bani Umayyah. Ia kemudian mendirikan pemerintahan sendiri dan mengangkat dirinya sebagai amir (pemimpin) dengan pusat kekuasaan di Cordoba.

Adapun amir-amir Bani Umayyah

yang memerintah di Andalusia (Spanyol) sebagai berikut:

a. Abdurrahman ad-Dakhil (Abdurrahman I), tahun 756-788 M.
b. Hisyam bin Abdurrahman (Hisyam I), tahun 788-796 M.
c. Al-Hakam bin Hisyam (al-Hakam I) , tahun 796-822 M.
d. Abdurrahman al-Ausat (Abdurrahman II) , tahun 822-852 M.
e. Muhammad bin Abdurrahman (Muhammad I) , tahun 852-886 M.
f. Munzir bin Muhammad, tahun 886-888 M.
g. Abdullah bin Muhammad, tahun 888-912 M.
h. Abdurrahman an-Nasir (Abdurrahman III) , tahun 912-961 M.
i. Hakam al-Muntasir (al-Hakam II) , tahun 961-976 M.
j. Hisyam II, tahun 976-1009 M.
k. Muhammad II, tahun 1009-1010 M.
l. Sulaiman, tahun 1013-1016 M.
m. Abdurrahman IV, tahun 1016-1018 M.
n. Abdurrahman V, tahun 1018-1023 M.
o. Muhammad III, tahun 1023-1025 M.
p. Hisyam III, tahun 1027-1031 M.

Pada masa pemerintahan Daulah Umayyah

di Andalusia (Spanyol), Cordoba menjadi pusat berkembangnya ilmu pengetahuan. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada masa pemerintahan amir yang ke-8 yakni Abdurrahman an-Nasir dan amir yang ke-9 yakni Hakam al-Muntasir.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan

di Kota Cordoba ditandai dengan adanya Universitas Cordoba. Universitas ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku mencapai 400.000 judul. Pada masa kejayaannya Cordoba memiliki 491 masjid dan 900 pemandian umum. Karena air di kota ini tidak layak minum, pemerintah memiiki inisiatif untuk membangun instalasi air minum dari pegunungan sepanjang 80 km.

Tumbuh kembangnya ilmu pengetahuan di Cordoba membuat berbagai inisiatif dan inovasi dalam rangka membuat kehidupan lebih sejahtera dan nyaman. Didirikannya masjid-masjid yang megah dan indah menunjukkan bahwa pada saat itu kesadaran untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan juga sangat tinggi.

Daulah Umayyah di Damaskus dan Andalusia memperlihatkan kemajuan Islam di jaman dahulu, sampai saat ini Islam terus berkembang, sebagai seorang muslim, kita harus meneruskan kemajuan tersebut dengan berusaha mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan petunjuk agama Islam.
Pendirian Umayah di Andalusia.Andalusia adalah nama bagi semenanjung Iberia pada zaman kejayaan umayah. Andalusia berasal dari vandal yang berarti negri bangsa vandal, karena semenanjung Iberia pernah dikuasai oleh bangsa vandal sebelum terusir oleh bangsa ghotia Barat (abad v M). Umat islam mulai menaklukan semenanjung Iberia pada zaman Khalifah al-walid ibn Abd al-Malik (86-96 H/705-715).Penaklukan semenanjung Iberia diawali dengan undangan salah satu raja ghotia barat (Kristen) untuk membantunya melawan raja lainnya. Khalifah mengirim 500 orang pasukan yang dipipin oleh tarif ibnu malik pada tahun 91 H/710 M dan mendarat disuatu tempat yang kemudian diberi nama tarifa. Ekspedisi ini dianggap berhasil dan tarif kembali ke afrika utara dengan utara dengan membawa banyak harta rampasan. Pada tahun 92 H/711 M, ibn Nushair (gubernur afrika utara pada waktu itu) mengirim pasukan sebanyak 7000 orang dibawaah pimpinan tariq ibn ziyad. Akhirnya tariq ibn ziyad berhasil menguasai hampir seluruh kota yang ada di semenanjung Iberia atas bantuan musa ibn nusyair. Akhirnya, musa ibn nusyair mendeklarasikan semenanjung Iberia sebagai bagian dari kekuasaan umayah yang berpusat di damaskus. Ketika daulah umayah di damaskus dihancurkan oleh bani abbas, abd al-Rahman ibn mu’awiyah berhasil meloloskan diri dan menginjakan kakinya di Andalusia pada tahun 132 H/750 M. ia diberi gelar al-dakhil, karena beliau adalah pangeran dinasti umayah pertama yang menginjakan kakinya bdisemenanjung Iberia. Beliau berhasil menyingkirkan yusuf ibn abd al-rahman al-fihri yang menyatakan diri tunduk kepada dinasti bani abbas pada tahun 138 H/756 M. abd al-rahman al-dakhil memproklamirkan bahwa Andalusia lepas dari kekuasaan dinasti Bani Abbas dan ia memakai gelar amir (buakn khalifah).
Selama 32 tahun berkuasa, Abd al-Rahman al-Dakhil berhasil mengatasi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar . karena ketangguhannya, kemudian ia diberi gelar rajawali Quraisy. Karena kekuasaan dinasti bani abbas speninggal al-mutawakil (247 H/861M) semakin merosot, Abd al-rahman al-dakhil memproklamirkan diri sebagai khalifah dan memakai gelar amir almu’minin. (http://www.tribunnews.com/member/ojelhtcmandiri/)