Tahapan Siklus Daur Fosfor

Tahapan Siklus Daur Fosfor

Tahapan Siklus Daur Fosfor

Tahapan Siklus Daur Fosfor
Tahapan Siklus Daur Fosfor

1. Pelapisan Batu Fosfor

Sebagian besar ketersediaan fosfor di alam berasal dari pelapukan batuan fosfat. Lapisan fosfat membusuk alasannya yaitu perubahan cuaca, suhu, dan air hujan. Air hujan membawa ion fosfor yang berasal dari bebatuan ke tanah yang sanggup dimanfaatkan oleh tanaman. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia-dan-gambar-hd/)

2. Siklus Fosfor pada Tanaman dan Hewan

Ion fosfat anorganik dari pelapukan batuan yang dibawa oleh air hujan akan diserap ke dalam tanah. Ion fosfor ini kemudian diserap tumbuhan melalui rooting dan dipakai untuk pertumbuhan. Beberapa binatang dan insan yang makan tumbuhan juga secara tidak pribadi memasukkan fosfor ke dalam badan mereka. Begitu juga dengan tahap selanjutnya dari rantai makanan.

3. Dekomposisi Fosfor Organik

Tanaman, hewan, organisme mati, dan kotoran, dan urinnya terurai menjadi fosfat organik melalui pertolongan bakteri. Dalam siklus fosfor, fosfat ini kemudian disimpan kembali ke dalam tanah untuk diserap oleh tumbuhan sebagai nutrisi bagi pertumbuhannya.

4. Sedimentasi Fosfor

Sebagian kecil fosfor yang dihasilkan dari proses pelapukan juga dibawa oleh anutan air ke daerah yang paling rendah. Laut, dalam hal ini yaitu daerah dimana sedimentasi fosfor membawa air melalui alirannya. Sedimentasi dimanfaatkan oleh alga dan beberapa tumbuhan air untuk pertumbuhannya. Tingginya tingkat ikan dan organisme yang memakan hasil tumbuhan air dan ganggang juga ikut serta dalam siklus fosfor ini. Mereka memakai fosfor untuk pertumbuhannya, disimpan di jaringannya, dan akan membusuk ketika mereka mati.

5. Transportasi Fosfor dari Laut ke Bumi

Di tempat-tempat tertentu, burung guano yang makan ikan bahari telah berhasil mengangkut fosfor dari bahari ke darat. Mereka memangsa ikan di ekosistem bahari yang mengandung banyak fosfor dan mengubahnya menjadi fosil yang kaya fosfor. Tinja Guano banyak ditemukan di gua-gua di daratan dan sangat baik dipakai sebagai pupuk tanaman.