6 Jenis Siklus Daur Biogeokimia

6 Jenis Siklus Daur Biogeokimia

6 Jenis Siklus Daur Biogeokimia

6 Jenis Siklus Daur Biogeokimia
6 Jenis Siklus Daur Biogeokimia

1. Siklus Daur Air

Siklus air yakni sirkulasi air bumi yang tak berujung, dimana air sanggup bergerak dari darat ke udara, kemudian kembali ke tanah lagi melalui tiga fase perubahan yang berbentuk cair, berbentuk padat berbentuk es, dan sebuah gas dalam bentuk uap air.
Siklus air biogeokimia dimulai dari penguapan yang terjadi di permukaan bumi. Panas matahari menciptakan air bermetamorfosis uap air. Karena jenis uap air yang lebih rendah dibandingkan dengan kerapatan udara, uap air kemudian naik di atas atmosfer, kental, dan hasilnya membentuk awan. Awan yang terbentuk kemudian bermetamorfosis hujan sebab imbas perubahan suhu udara dan panas. Air hujan jatuh ke permukaan bumi, mengalir ke kawasan terendah, dan kembali ke laut. Air yang hingga ke bahari kemudian menguap lagi dan seterusnya. Nah, untuk lebih terperinci ihwal bagaimana siklus air berlangsung, Anda bisa melihat gambar di atas atau menuju link ini.

2. Siklus Daur Fosfor

Siklus fosfor yakni siklus biogeokimia terpanjang. Siklus fosfor berawal dari terjadinya pengikisan atau pelapukan batuan. Ion fosfor atau ion fosfat (PO43-) dipakai oleh tumbuhan untuk pertumbuhannya. Tanaman itu dimakan binatang dan insan serta fosfor di dalamnya sebagai sumber energi metabolik dalam sel. Semua organisme mati juga akan membusuk sehingga fosfor akan dilepaskan ke tanah, dibawa oleh aliran air hujan dan ditumpuk ke dalam sedimentasi posfor di dasar laut. Sedimen ini akan naik kembali ke permukaan kalau ada pergeseran gerak tanah yang membentuk lahan baru.

3. Siklus Daur Sulfur

Di alam sulfur hanya tersedia dalam bentuk sulfur anorganik. Sulfur akan dikurangi menjadi sulfur dioksida (SO2) atau hidrogen sulfida (H2S) oleh basil desulfibrio dan desulfomaculum.
Siklus sulfur dimulai dari pembakaran materi bakar fosil atau sebab kegiatan vulkanik. Terjadinya proses pembakaran sulfur ini kemudian dibuatkan gas sulfur ke atmosfir yang bersatu dengan uap air dan membentuk awan. Sulfur akan turun dengan air hujan dan kondisi ini dikenal sebagai hujan asam.
Air hujan asam akan masuk ke dalam tanah, dan sulfur akan diubah menjadi Sulfat, zat yang sangat penting untuk metabolisme tanaman. Sulfat di alam hanya tersedia dalam bentuk anorganik (SO42-). Sulfat ini bisa berpindah dari bumi atau alam ke badan tumbuhan melalui peresapan akar.

4. Siklus Nitrogen

Senyawa organik ibarat protein dan asam nukleat serta senyawa anorganik ibarat nitrat, nitrit, dan amonia yakni senyawa yang dibuat oleh nitrogen. Unsur nitrogen sanggup segera tersedia di alam sebab siklus nitrogen yang terus berlanjut melalui referensi berikut:
  • Nitrogen atmosfer turun ke permukaan tanah bersama dengan air hujan atau sebab proses fiksasi N oleh beberapa basil akar dan alga ibarat basil Rhizobium, basil Azotobacter, Clostridium, dan ganggang hijau.
  • Nitrogen di dalam tanah kemudian dipakai oleh produsen dan tumbuhan sebagai materi baku untuk pembentukan protein. Tanaman yang dikonsumsi oleh binatang dan insan dan oleh nitrogen insan di dalamnya diubah menjadi NH3 (amonia gas) dan NH4 + melalui proses amonifikasi.
  • Bakteri Nitrosomonas bia mengubah amonium dan amonia menjadi nitrat melalui proses denitrifikasi dan membuatnya mengubahnya kembali sebagai nitrogen dalam bentuk gas untuk memulai kembali siklus biogeokimiainya.

 

5. Siklus Daur Karbon dan Oksigen

Siklus karbon dan oksigen yakni siklus biogeokimia yang terkait bersahabat dengan proses respirasi dan fotosintesis yang terjadi di antara makhluk hidup. Tanaman dan produsen memakai karbon dioksida sebagai materi baku dalam proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen, sementara manusia, hewan, dan konsumen memakai oksigen dan menghasilkan karbon dioksida melalui respirasi atau proses pernafasan.
Baca Artikel Lainnya: