Idealnya Sebuah Parlemen untuk Indonesia

Idealnya Sebuah Parlemen untuk Indonesia

Idealnya Sebuah Parlemen untuk Indonesia

Idealnya Sebuah Parlemen untuk Indonesia
Idealnya Sebuah Parlemen untuk Indonesia

Negara adalah suatu organisasi yang mengatur keseluruhan hubungan antara individu

Satu dengan individu lain dalam masyarakat.  Kranenburg berpendapat bahwa negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa, dengan tujuan untuk menyelenggarakan kepentingan bersama.  Sedangkan menurut  Roger Soltau, negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat.

Uraian singkat di atas memperlihatkan dua unsur penting dalam negara yaitu kekuasaan yang berorientasi kepada usaha mewujudkan suatu tujuan dan kesejahteraan bersama.  Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok tertentu dalam mempengaruhi individu atau kelompok lain sehingga sesuai dengan apa yang dikehendakinnya.[1]Sehingga diperlukan individu atau kelompok yang berkompeten dalam “memainkan” peran kekuasaan yang dimiliki, sehingga mampu merealisasikannya dalam sebuah tindakan positif dan berpihak terhadap kepentingan rakyat.  Salah satu bentuk dari penerapan kekuasaan tersebut adalah parlemen.

 

Memiliki visi dan misi yang jelas

Parlemen harus memiliki sebuah visi dan misi yang jelas.  Visi dan misi ini adalah prinsip dasar dan merupakan pemandu dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.  Bila diibaratkan, visi dan misi ini laksana cahaya bulan purnama yang terang benderang menerangi dan menuntun setiap langkah dalam menemukan tujuan dalam keadaan tersesat, yaitu jalan keluar di tengah gelap gulitanya hutan tatkala malam.  Dalam realisasinya, visi dan misi tersebut hendaknya berorintasi kepada kepentingan rakyat. Sehingga dalam perakteknya membuat atau menentukan suatu kebijakan sangat berguna bagi masyarakat.

 

Memahami pekerjaan dasar

Parlemen hakikatnya adalah wakil dari rakyat, sehingga hendaknya  para anggota parlemen memahami hal tersebut dengan bekerja dan menentukan suatau kebijakan yang berorientasi terhadap kepentingan rakyat guna mensejahterakkan rakyat.  Parlemen seharusnya sebagai bagian yang independen dan profesional dalam menjalankan tugasnya.  Suarakan apa yang seharusnya diutarakan selama itu berpihak kepada kepentingan rakyat dan katakana tidak secara tegas tatkala suatu kebijakan tidak berpihak sama sekali terhadap rakyat.  Sehingga tidak mengutarakan ungkapan yang seolah-olah berorintasi pada rakyat namun hanya untuk kepentingan partai dan pribadi semata.

 

Jujur dan terbuka

 Kejujuran mutlak diperlukan oleh parlemen selaku wakil rakyat.  Selain sebagai pengemban amanah dari rakyat, dalam menentukan kebijakan kejujuran dan keterbukkan harus tetap dijunjung tinggi.  Terutama berkaitan dengan pengajuan proyek-proyek yang sering dilakukan oleh para parlemen yang terkadang tidak masuk diakal. Diharapkan untuk ke depanya lebih agar lebih jujur dan terbuka sehingga masyarakat tidak menebak-nebak sesuatu yang tidak akurat kebenarannya.

 

Bertanggung jawab

Jelas sekali bahwa sebagai seorang wakil rakyat harus bertanggungjawab.   Hal tersebut sangatlah penting karena mereka (anggota parlemen) adalah wakil rakyat yang merupakan penyambung lidah rakyat serta mewakili rakyat Indonesia yang di pundaknya tersimpan amanah dari masyarakat.  Namun, penulis berpendapat bahwa diantara mereka masih banyak sekali yang kurang bertanggungjawab.  Sebagai contoh tatkala sidang yang didalamnya akan dibahas mengenai kepentingan dan tuntutan rakyat, sangat jarang sekali kursi anggota dewan terisi penuh.  Sekalipun mereka hadir, mereka hanya tertidur pada saat sidang berlangsung atau bahkan menonton film porno.   Sehingga parlemen yang bertanggungjawab sangat penting dan mutlak diperlukan dalam usaha mewujudkan pemerintahan Indonesia yang lebih baik.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/